Dedi Mulyadi Ingatkan PWI Jabar: Pers Harus Berdiri di Atas Fakta

Dedi Mulyadi Ingatkan PWI Jabar: Pers Harus Berdiri di Atas Fakta

Oktober 02, 2026 | Oktober 02, 2026 WIB Last Updated 2026-10-02T16:12:50Z

BANDUNG,DETIKSATU.COM || Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan wartawan agar menjaga independensi dan menempatkan fakta sebagai pijakan utama dalam menjalankan kerja jurnalistik. Menurut dia, derasnya arus informasi publik justru menuntut pers semakin disiplin melakukan verifikasi dan menjaga akurasi pemberitaan.

Pesan itu disampaikan Dedi saat menghadiri pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2026–2031 di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat, 2 Oktober 2026.

Dedi mengatakan independensi wartawan tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan di luar tugas jurnalistik. Ia meminta pers menyajikan informasi secara utuh tanpa menambah atau mengurangi fakta.

“Wartawan itu kan independen, maka PWI harus terus menjunjung tinggi independensi, keberpihakan pada fakta dan menyajikan berita sesuai fakta, tidak menambah, tidak mengurangi,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, pers memiliki posisi penting dalam menjaga keseimbangan demokrasi. Selain menyampaikan informasi kepada masyarakat, media menjalankan fungsi kontrol terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

Fungsi pengawasan tersebut, kata dia, diperlukan agar pemerintah tetap bekerja secara terbuka dan kebijakan yang dijalankan tidak terlepas dari kepentingan masyarakat. “Karena ini profesi terhormat dalam membangun keseimbangan demokrasi di Indonesia dan Jawa Barat dan upaya melakukan cek and balance terhadap penyelenggaraan pemerintahan kalau di Jawa Barat dipimpin oleh saya,” katanya.

Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon mengatakan organisasinya akan membangun hubungan kerja dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tanpa meninggalkan fungsi pers sebagai pengawas kebijakan publik. Menurut dia, kemitraan dengan pemerintah tidak berarti menghilangkan sikap kritis wartawan.

Tantan mengatakan wartawan memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan kinerja pemerintah sekaligus membawa aspirasi masyarakat. “Pemerintah punya kinerja, masyarakat punya partisipasi, dan kita wartawan punya kewajiban untuk terus mengawal,” ujar Tantan.

PWI Jawa Barat, kata Tantan, saat ini menaungi lebih dari 1.000 anggota yang tersebar di 22 kabupaten dan kota serta didukung empat kelompok kerja. Jaringan tersebut akan digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai pembangunan sekaligus menghimpun persoalan dan aspirasi masyarakat.

“Kita akan menyampaikan apa yang sudah dilakukan Pak Gubernur, apa yang akan disampaikan Pak Gubernur kepada masyarakat, dan tentu sebaliknya. Kita akan menyampaikan apa yang menjadi keluh kesah masyarakat, apa yang menjadi aspirasi masyarakat, dan tentunya apa yang menjadi keinginan masyarakat,” kata Tantan.

Ia menambahkan PWI Jawa Barat siap mengawal program pembangunan pemerintah provinsi, termasuk visi “Jabar Istimewa, Kota Ditata, Lembur Diurus.” Di sisi lain, fungsi jurnalistik tetap diarahkan untuk memastikan informasi mengenai kebijakan pemerintah dan kepentingan masyarakat tersampaikan secara berimbang. (Bet)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dedi Mulyadi Ingatkan PWI Jabar: Pers Harus Berdiri di Atas Fakta

Trending Now