Makassar,detiksatu.com || Presidium Forum Penyelamat Aset Daerah (FORSAD) Makassar, M. A. Rachman, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. atas pengesahannya sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (1/10/2026).
M. A. Rachman berharap kepemimpinan Kapolri yang baru dapat membawa institusi Polri semakin profesional, humanis, berintegritas, serta semakin dekat dengan masyarakat.
“Kami Presidium FORSAD Makassar menyampaikan harapan besar, semoga di bawah kepemimpinan beliau, NKRI semakin lebih baik daripada yang kemarin. Polri semakin dicintai rakyat, semakin humanis, profesional dan berintegritas,” ujar M. A. Rachman.
Dukungan dan doa juga disampaikan tokoh agama dari Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Habib Faisal Dzein Al Habsyie, Pendiri Dewan Syuro Majelis Sholawat Al Musthofa Kota Palopo.
Habib Faisal menilai pengalaman dan rekam pengabdian Suyudi Ario Seto menjadi harapan bagi kepemimpinan Polri ke depan.
“Melihat kinerja, presisi dan pengabdian serta prestasi beliau di BNN yang cukup membanggakan, dan saat menjabat Kapolda Banten sebelumnya, maka kita bisa berharap banyak akan kepemimpinan beliau di Polri saat ini. Tegas, humanis dan sangat presisi. Kita doakan yang terbaik buat Bapak Kapolri kita yang baru. Semoga amanah. Aamiin,” ujar Habib Faisal.
Habib Faisal juga mengingatkan pentingnya amanah dan keadilan dalam menjalankan tugas kepemimpinan, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. An-Nisa ayat 58:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.”
Menurutnya, pesan tersebut relevan dengan tanggung jawab besar seorang Kapolri dalam memastikan penegakan hukum berjalan secara adil dan tidak pandang bulu.
Titipan Persoalan Aset di Makassar
Selain menyampaikan ucapan selamat, FORSAD Makassar juga menitipkan sejumlah persoalan aset pemerintah kepada Kapolri baru agar menjadi perhatian aparat penegak hukum dan instansi terkait.
Salah satu yang disoroti adalah Perkemahan Legenda Caddika di Bulo Rokkeng, Kecamatan Manggala, Makassar. FORSAD menyebut kawasan tersebut memiliki nilai sejarah bagi kegiatan kepemudaan dan kepramukaan di Sulawesi Selatan.
FORSAD juga menyoroti aset seluas sekitar 1,1 hektare di Lapangan Bitoa, Antang-Manggala. Menurut FORSAD, aset tersebut perlu mendapatkan perhatian dan verifikasi hukum terkait status, penguasaan, serta administrasi pertanahannya.
Selain dua aset tersebut, FORSAD menyebut terdapat 24 aset Pemerintah Kota Makassar yang menurut mereka perlu mendapatkan perhatian dan penyelamatan melalui proses verifikasi serta penegakan hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran.
Presidium FORSAD Makassar, M. A. Rachman, meminta Polda Sulawesi Selatan bersama instansi terkait, termasuk ATR/BPN, Pemerintah Kota Makassar, DPRD Kota Makassar, serta Kejaksaan Negeri Makassar, untuk melakukan langkah-langkah sesuai kewenangan masing-masing.
“Kami berharap di bawah kepemimpinan Kapolri yang baru, persoalan aset pemerintah dapat menjadi perhatian. Negara jangan sampai kehilangan aset pemerintahan yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan generasi yang akan datang,” kata M. A. Rachman.
FORSAD berharap persoalan aset tersebut dapat ditangani secara transparan berdasarkan dokumen kepemilikan, riwayat penguasaan, serta ketentuan hukum yang berlaku.
M. A. Rachman juga meminta agar setiap dugaan penyimpangan terkait aset pemerintah dilakukan pemeriksaan secara objektif, sehingga apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum dapat ditindak sesuai ketentuan, sementara pihak-pihak yang tidak terbukti melakukan pelanggaran tetap mendapatkan perlindungan hukum.
(Man)