Gus Fawait Tantang TIDAR Surabaya: Jangan Cuma Jadi Penonton, Anak Muda Harus Berani Ambil Peran

Gus Fawait Tantang TIDAR Surabaya: Jangan Cuma Jadi Penonton, Anak Muda Harus Berani Ambil Peran

Oktober 03, 2026 | Oktober 03, 2026 WIB Last Updated 2026-10-03T13:30:27Z
Jember ,detiksatu.com || Anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perjalanan bangsa. Generasi milenial dan Gen Z harus berani mengambil peran, mengawal gagasan pembangunan, hingga memanfaatkan media sosial sebagai ruang menyampaikan informasi yang benar.

Pesan itu disampaikan Bupati Jember Gus Fawait saat menghadiri pelantikan pengurus Pimpinan Cabang (PC) Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Kota Surabaya sekaligus membuka Pelatihan Tunas 1 dan 2, Sabtu (3/10/2026).

Di hadapan para kader muda, Gus Fawait menegaskan bahwa kaderisasi TIDAR harus menjadi proses untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga memiliki keberanian dan kemampuan menghadapi tantangan politik serta sosial di masa depan.

“TIDAR merupakan kawah candradimuka bagi calon-calon pejuang politik Partai Gerindra dan calon pemimpin bangsa,” ujar Gus Fawait.

Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berada di ruang politik konvensional. 

Pertarungan gagasan juga berlangsung di ruang digital. Karena itu, kader TIDAR diminta tidak pasif menghadapi derasnya informasi di media sosial.

Gus Fawait mendorong kader TIDAR Kota Surabaya untuk aktif menyebarluaskan gagasan pembangunan sekaligus menyajikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

“Media sosial sangat vital untuk menyajikan informasi yang akurat dan meluruskan berbagai narasi yang tidak sesuai dengan fakta,” tegasnya.

Ia juga mengajak kader TIDAR, khususnya kalangan milenial dan Gen Z, ikut mengambil bagian dalam mewujudkan target Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045.

Namun, Gus Fawait mengingatkan bahwa cita-cita tersebut tidak bisa dicapai secara instan. Dibutuhkan proses panjang, kerja keras, konsistensi, serta kolaborasi antara generasi muda dan generasi senior.

“Ini membutuhkan proses serta perjuangan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri,” katanya.

Gus Fawait juga meminta kader TIDAR menjadikan pesan Ketua Umum TIDAR Rahayu Saraswati sebagai salah satu fondasi dalam menjalankan organisasi. Ia menekankan pentingnya keberpihakan kepada masyarakat kecil yang selama ini berada di kelompok rentan.

Bagi Gus Fawait, kaderisasi bukan sekadar agenda pelantikan dan pelatihan. Lebih jauh, proses tersebut harus menjadi tempat menempa calon pemimpin agar memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Ia pun mengingatkan kembali sejarah perjuangan bangsa yang tidak lepas dari kontribusi anak muda.

“Cita-cita besar pendiri bangsa yang kini diemban oleh Presiden Prabowo akan terwujud dengan dorongan dan kerja keras para pemuda-pemudi, termasuk kader TIDAR,” ujarnya.

Di akhir pesannya, Gus Fawait mendorong TIDAR Kota Surabaya memperkuat kolaborasi dengan Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya dan Pemerintah Kota Surabaya.

Harapannya, energi anak muda tidak berhenti di ruang kaderisasi, tetapi benar-benar diterjemahkan dalam kerja nyata dan kontribusi bagi masyarakat.

(Wiwik)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gus Fawait Tantang TIDAR Surabaya: Jangan Cuma Jadi Penonton, Anak Muda Harus Berani Ambil Peran

Trending Now