Sidoarjo, detiksatu.com || Pemerintah Desa Kletek, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, memprioritaskan pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) pada 2027. Selain pembenahan lingkungan, pemerintah desa berharap investasi perusahaan di wilayah tersebut dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.
Kepala Desa Kletek Jarot Bintoro mengatakan, pembangunan TPST menjadi salah satu kebutuhan mendesak. Selama ini, menurut Jarot, desa belum memiliki fasilitas pengolahan sampah sendiri meskipun persoalan sampah terus menjadi perhatian masyarakat.
“Selama lebih dari 50 tahun, Kletek belum memiliki tempat pengolahan sampah sendiri. Kami berharap dengan adanya fasilitas tersebut, lingkungan desa menjadi lebih bersih dan sehat,” kata Jarot saat ditemui di sela aktivitas pelayanan warga, Senin (02/11/2026).
Ia menjelaskan, rencana pembangunan TPST telah melalui pembahasan anggaran pada tahun ini dan ditargetkan terealisasi pada 2027. Pendanaannya disebut bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui program bidang lingkungan hidup.
Selain TPST, pemerintah desa merencanakan pembangunan lapangan sepak bola untuk menyediakan ruang olahraga bagi generasi muda. Jarot berharap pembangunan tersebut dapat direalisasikan pada tahun kedua atau ketiga masa kepemimpinannya melalui dukungan pendanaan, termasuk program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
Menurut dia, keberadaan lapangan sendiri dapat mengurangi beban biaya sewa yang selama ini harus dikeluarkan warga untuk berolahraga.
Di sisi lain, Jarot menyambut positif pembangunan fasilitas usaha Kapal Api di wilayah Kletek. Ia berharap investasi tersebut dapat memberikan dampak ekonomi, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
“Dengan adanya pembangunan pabrik atau gudang, harapannya dapat menambah penyerapan tenaga kerja bagi warga Kletek. Anak-anak yang baru lulus juga memiliki peluang untuk mencari pekerjaan tanpa harus jauh-jauh,” ujarnya.
Meski demikian, ia berharap fasilitas yang dibangun nantinya juga memiliki kegiatan produksi sehingga kebutuhan tenaga kerja dapat lebih besar dibandingkan jika hanya berfungsi sebagai gudang.
Jarot mengatakan, komunikasi dengan pihak perusahaan selama ini berjalan baik. Pemerintah desa juga telah menyampaikan perhatian terkait saluran air agar pembangunan tidak menimbulkan persoalan drainase di lingkungan sekitar.
“Kami sudah komunikasikan agar saluran air di wilayah tersebut diutamakan. Jangan sampai setelah pembangunan selesai justru muncul persoalan mengenai saluran pembuangannya,” jelasnya.
Terkait dampak aktivitas konstruksi terhadap warga, Jarot mengakui pembangunan berpotensi menimbulkan kebisingan dan debu. Ia menyebut pemerintah desa telah menyampaikan aspirasi warga yang rumahnya berbatasan langsung dengan area pembangunan kepada pihak terkait.
Menurutnya, sejumlah warga telah menerima kompensasi berupa uang tunai yang disalurkan langsung oleh pihak kontraktor.
Untuk pembangunan infrastruktur lainnya, pemerintah desa juga memasukkan kebutuhan perbaikan gorong-gorong dan saluran air ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Jarot menegaskan, perencanaan dilakukan melalui pembahasan bersama dengan melibatkan tokoh masyarakat, RT, dan RW.
Ia juga menyebut terdapat penyesuaian terhadap usulan aspirasi pembangunan dari anggota DPRD. Dari usulan yang disebut mencapai sekitar Rp1,2 miliar, anggaran yang dapat diakomodasi menurutnya hanya sekitar Rp400 juta. Kondisi tersebut membuat pemerintah desa harus kembali menentukan program prioritas.
Sementara itu, untuk tahun ini, pemerintah desa berfokus melanjutkan program yang telah direncanakan sebelum Jarot menjabat. Salah satunya pemenuhan kebutuhan peralatan dan kegiatan posyandu dengan alokasi anggaran yang disebut mencapai Rp60 juta. Pekerjaan pavingisasi juga ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Jarot berharap masyarakat turut berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan dan menjaga kebersamaan di lingkungan desa. Ia juga mengajak media mengawal jalannya pemerintahan desa melalui pemberitaan yang berimbang dan berdasarkan konfirmasi.
“Kalau ada kerja bakti, kami berharap masyarakat bisa ikut hadir. Kami juga mohon doa dan dukungan agar pembangunan di Kletek bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (bgs)