SERANG, DETIKSATU.COM || Seorang pria berinisial AR (29), warga Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, ditemukan meninggal dunia di sebuah pohon lamtoro di pinggir flyover Kampung Sentul Lio, Desa Sentul, Kecamatan Kragilan, Selasa (13/10/2026).
Penemuan tersebut mengungkap bahwa korban ternyata telah sekitar satu minggu tidak pulang ke rumah. Informasi itu disampaikan pihak keluarga kepada kepolisian setelah identitas korban berhasil diketahui.
Kapolsek Kragilan, AKP Ilman Robiana, menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh Rokib (58), warga setempat, ketika sedang mencari kayu bakar di sekitar lokasi kejadian.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga lain dan diteruskan ke Polsek Kragilan. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi selanjutnya melakukan pemeriksaan dan mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Polda Banten.
“ Saat ditemukan, korban belum diketahui identitasnya karena tidak ditemukan kartu identitas maupun dokumen lain pada tubuhnya,” ujar Ilman.
Polisi kemudian melakukan penelusuran hingga identitas korban diketahui sebagai AR, warga Cikande. Setelah itu, pihak keluarga dihubungi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai korban.
Menurut keterangan keluarga, AR memiliki riwayat gangguan ingatan. Kondisi tersebut, berdasarkan penuturan keluarga, membuat korban terkadang pergi dan tidak kembali ke rumah.
Dalam kesehariannya, korban bekerja sebagai pemulung.
Polisi Sampaikan Hasil Pemeriksaan
Terkait kondisi jenazah, Ilman menyebut hasil pemeriksaan visum tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” katanya.
Meski korban ditemukan dalam kondisi yang mengarah pada dugaan gantung diri, penyebab pasti kematiannya tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan informasi tersebut. Kesimpulan mengenai peristiwa itu harus mengacu pada hasil pemeriksaan dan keterangan resmi pihak berwenang.
Setelah menerima kabar tersebut, keluarga korban mendatangi RS Bhayangkara Polda Banten untuk mengurus kepulangan jenazah.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap anggota keluarga yang mengalami gangguan ingatan, terutama ketika mereka pergi dari rumah dan tidak diketahui keberadaannya.
(Jul)