Jakarta, detiksatu.com || Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (JIC) melalui Sub Divisi Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) menyalurkan zakat fitrah 1447 Hijriah kepada ratusan mustahiq dalam kegiatan yang berlangsung pada Selasa, Kamis, dan Jumat (17, 19 & 20 /3/2026). Penyaluran dipusatkan di Wisma Hotel JIC dan dipimpin langsung oleh Kepala Subdivisi ZISWAF PPIJ, Humi Nasita, serta dihadiri panitia dan para penerima manfaat.
Pada tahun ini, penghimpunan dan penyaluran zakat mencatatkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah muzakki yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui JIC mengalami kenaikan 279 muzakki, seiring bertambahnya jumlah mustahiq penerima manfaat hingga dua kali lipat.
Kepala Subdivisi ZISWAF JIC, Humi Nasita, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik serta kesadaran masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat.
“Alhamdulillah, tahun ini kami dapat menyalurkan zakat kepada kurang lebih 450 mustahiq dari kategori fakir dan miskin. Ini merupakan wujud kolaborasi kebaikan antara masyarakat dan lembaga dalam membantu sesama,” ujarnya.
Dalam rangka meningkatkan layanan, JIC juga menghadirkan berbagai kemudahan bagi masyarakat. Di antaranya dengan membuka empat gerai zakat di titik strategis, serta menyediakan layanan jemput zakat dan ZISWAF On Call yang terhubung langsung dengan admin.
“Langkah ini kami lakukan agar masyarakat semakin mudah dalam menunaikan zakat. Harapannya, penghimpunan terus meningkat sehingga jangkauan penyaluran dapat diperluas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Sosial Budaya dan Ekonomi Syariah PPIJ, Sukri Kardjono, menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
“Zakat tidak hanya berdimensi ibadah, tetapi juga memiliki fungsi ekonomi dalam menciptakan pemerataan kesejahteraan. Instrumen ini mampu menekan ketimpangan dan mendorong distribusi kekayaan yang lebih adil,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan ZISWAF yang optimal dapat berkontribusi dalam mengatasi berbagai persoalan sosial, seperti kemiskinan, stunting, akses pendidikan, hingga pemberdayaan usaha mikro dan kecil.
“Karena itu, pengelolaan ZISWAF harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan agar manfaatnya semakin luas,” ujarnya.
Kepala Pusat PPIJ, KH. Muhyiddin Ishaq, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia, relawan, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi. Semoga sinergi ini terus terjaga dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat,” tuturnya.
Dengan capaian yang meningkat pada tahun ini, JIC berharap program ZISWAF dapat terus menjadi jembatan antara muzakki dan mustahiq, sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan kesejahteraan umat.
Red-Ervinna