Banggai, Detiksatu.com || Meningkatkan disiplin siswa di sekolah dapat dilakukan secara efektif melalui pendekatan disiplin positif, yang berfokus pada pengajaran tanggung jawab, bukan sekadar menghukum
Sebagaimana yang di terapkan oleh Sabarudin L. AGI, S.Sos Kepala Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) 1 Toili Kabupaten Banggai bahwa, Kamis, 7 Mei 2026
"SMAN 1 Toili Bentuk karakter disiplin siswa ketemu sosok dengan begitu siswa mendapat nasehat dari sosok tersebut hal ini untuk membentuk 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, untuk menciptakan generasi sehat, cerdas, dan berkarakter, yang mencakup bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat"
Penerapan disiplin terhadap siswa bukan sekedarnya tetapi bagaimana mengimplementasikan sesuai lingkungan dan karakter siswa. Tuturnya
Terutama penerapan disiplin terhadap guru-guru dan staf sekolah agar tidak ada yang datang terlambat dan pulang lebih awal. Ia sebagai kepala sekolah datang lebih awal pada pukul 07:00 sebagai tanggung pimpinan
Ia mengontrol tugas piket, memantau wali kelas untuk memperhatikan ruangan kelas di gunakan persiapan belajar dan mengajar
Lebih lanjut kata Sabarudin, Dan khusus bagi guru-guru yang punya jam mengajar pagi kami buat suatu kesepakatan bersama bahwa berlaku Izin 7 hari dalam 1 semester, dalam hal izin bagi setiap guru bisa berkurang namun tdk bisa bertambah
Berkurangnya Izin jika guru terlambat ataupun pulang lebih awal yg diakumulasi waktunya 2x45 menit serta tidak hadir tanpa keterangan kata kepsek
Sehingga dewan guru pukul 07:00 sudah berada di sekolah bersamaan dengan siswa dan masing-masing melakukan tugasnya
Dalam meningkatkan disiplin terhadap siswa kami buat program ketemu sosok, sosok di maksud adalah tokoh yang berperan penting di desa lingkungan sekolah untuk memberikan nasehat kepada siswa melalui apel pagi sebelum pembelajaran di mulai
Sosok tersebut seperti Kepala desa, Kapolsek, Babinsa, Babinkamtibmas, dan Alumni SMAN 1 Toili yang sudah sukses
Sebab tanggung jawab mengawasi siswa bukan hanya pihak sekolah tetapi semua kita yang berada di lingkungan sekitar sekolah
Dengan demikian, setelah di terapkan program ketemu sosok pihak-pihak yang kami libatkan dalam memberikan nasehat pada apel pagi ikut melakukan kontrol terhadap siswa apabila ada yang bolos, tidak masuk sekolah dan berkeliaran di luar sekolah dengan memakai seragam.
Program ini sudah berjalan 5 bulan lamanya dan pencapaian program ini bisa di nilai 90 % keberhasilannya. Siswa yang bermasalah sudah berkurang bahkan nyaris tidak ada dalam sebulan. Mudah-mudahan seterusnya seperti ini dan kami tetap mengajak para tokoh di desa selalu memberikan kontribusi terhadap perbaikan sekolah dan siswa. Tutupnya Sabarudin L. AGI, S.Sos
Reporter: Kamarudin


Tidak ada komentar:
Posting Komentar