Rektor Universitas Moestopo: AI Jadi Kunci Komunikasi Publik, Namun Etika Tetap di Tangan Manusia

Redaksi
Januari 29, 2026 | Januari 29, 2026 WIB Last Updated 2026-01-28T22:30:30Z
Jakarta, detiksatu.com || Program Studi Magister Ilmu Komunikasi (MIK), Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) sukses menyelenggarakan webinar internasional bertajuk “Kecerdasan Buatan dalam Komunikasi” pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan secara luring di Kampus I Universitas Moestopo, Jakarta, dan diikuti oleh akademisi, praktisi komunikasi, mahasiswa, serta peserta dari berbagai latar belakang profesional.

Webinar ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif transformasi Artificial Intelligence (AI) dalam mengubah lanskap komunikasi publik, strategi bisnis, pemasaran digital, hingga implikasinya terhadap kebijakan sosial di tingkat global. Forum ini juga menjadi ruang diskusi kritis mengenai peluang dan tantangan etis penggunaan AI di era komunikasi berbasis data.

Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. H. Muhammad Saefulloh, dalam sambutan sekaligus pemaparan pembuka, menegaskan bahwa AI telah menjadi tulang punggung baru dalam komunikasi institusional modern.

Menurutnya, teknologi AI saat ini terbukti sangat efektif dalam melakukan analisis sentimen publik, pemetaan opini masyarakat, serta personalisasi konten komunikasi yang lebih tepat sasaran.
Namun demikian, Rektor memberikan catatan kritis bahwa kemajuan teknologi tersebut tidak boleh dilepaskan dari pengawasan manusia.

“Pengawasan manusia tetap menjadi faktor paling krusial untuk menjaga aspek etika dan kualitas informasi, demi menghindari risiko disinformasi serta bias algoritma yang sering muncul dalam penggunaan kecerdasan buatan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kecanggihan AI harus dimaknai sebagai alat bantu strategis, bukan sebagai pengganti nilai-nilai kemanusiaan dalam praktik komunikasi publik.
Perspektif internasional turut memperkaya diskusi melalui paparan Prof. Dr. Gerald Goh Guan Gan dari Multimedia University Malaysia dan Assoc. Prof. Dr. Wan Mohd Hirwani dari Universiti Kebangsaan Malaysia. 

Keduanya sepakat bahwa kehadiran AI dalam dunia komunikasi, bisnis, dan pemasaran tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia, melainkan sebagai mitra sinergis dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.
Para pembicara internasional tersebut menyoroti bahwa melalui otomatisasi tugas-tugas rutin, para komunikator, praktisi humas, dan pelaku industri kreatif justru didorong untuk naik kelas ke peran yang lebih strategis, kreatif, dan inovatif.

Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing organisasi dan sumber daya manusia di tengah ekonomi digital global yang semakin berbasis data.
Sementara itu, isu kebijakan dan perlindungan sosial menjadi sorotan dalam pemaparan Karlina Octaviany dari GIZ Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa perkembangan AI juga membawa berbagai risiko baru, khususnya terkait penyalahgunaan teknologi, seperti maraknya konten deepfake, manipulasi informasi, serta kekerasan berbasis gender secara daring.

Menurutnya, tanpa regulasi yang adaptif dan literasi digital yang memadai, teknologi AI berpotensi memperbesar ketimpangan dan ancaman sosial di ruang publik digital.

Menutup rangkaian kegiatan, Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi FIKOM Universitas Moestopo, Dr. Natalina Nilamsari, menegaskan bahwa webinar ini merupakan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membantu masyarakat luas memahami tantangan dan peluang teknologi secara konstruktif.
“Webinar ini menjadi ruang dialog akademik yang penting untuk membekali masyarakat dan praktisi komunikasi agar mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, kritis, dan beretika,” tegasnya.

Ia menambahkan, acara ini sekaligus meneguhkan komitmen Universitas Moestopo untuk terus mengembangkan kajian ilmu komunikasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berpijak pada nilai-nilai etika, tanggung jawab sosial, dan kemanusiaan.

Dengan terselenggaranya webinar internasional ini, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam menjawab dinamika komunikasi di era digital dan kecerdasan buatan.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Rektor Universitas Moestopo: AI Jadi Kunci Komunikasi Publik, Namun Etika Tetap di Tangan Manusia

Trending Now