Halal bi Halal Keluarga Besar Undana: Momentum Syukur, Toleransi, dan Penguatan SDM Menuju Kampus Mendunia

Maret 31, 2026 | Maret 31, 2026 WIB Last Updated 2026-03-31T11:33:10Z
Keterangan Foto: Halal bi Halal Keluarga besar Universitas Nusa Cendana (Undana), Selasa, 31 Maret 2026 (dok. EB)

Kupang, detiksatu.com || Keluarga besar Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar kegiatan Halal bi Halal bertema “Kefitrahan Menguatkan UNDANA Mendunia dan Mengakar di NTT” di Lantai 3 Rektorat Undana pada Selasa, 31 Maret 2026 sekitar pukul 12.00 WITA.

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng, dalam sambutannya mengajak seluruh sivitas akademika untuk mensyukuri kesempatan berkumpul dalam suasana damai dan sehat.

Rektor Jefri menegaskan bahwa kondisi global saat ini penuh tantangan, mulai dari konflik di kawasan Timur Tengah hingga dampak tidak langsung yang dirasakan berbagai negara di Asia, termasuk kelangkaan bahan bakar minyak di beberapa wilayah.

Menurut Rektor, kondisi tersebut perlu menjadi refleksi bersama agar sivitas akademika semakin bersyukur atas situasi yang dimiliki saat ini, di tengah berbagai pergumulan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Rektor Undana juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh sivitas akademika yang merayakan, sekaligus menyampaikan selamat Hari Raya Nyepi serta menyongsong Hari Raya Paskah bagi umat Kristiani.

"Rangkaian hari besar keagamaan yang berdekatan ini merupakan simbol nyata bahwa Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur, adalah rumah besar yang diikat oleh semangat toleransi dan persaudaraan," katanya.

Rektor menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan toleransi di lingkungan kampus. Menurutnya, keindahan Undana tidak terletak pada kesamaan, melainkan pada keberagaman yang dimiliki.

Ia juga mengingatkan sivitas akademika untuk menjaga narasi positif, menghindari pemikiran negatif, serta membangun komunikasi yang saling menguatkan.

“Kampus bukan sekadar gedung tempat bekerja dan belajar, tetapi ekosistem kehidupan yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Jefri Bale menyampaikan kemungkinan penerapan kebijakan "Work From Anywhere (WFA)" atau "Work From Home (WFH)" sebagai bentuk adaptasi terhadap situasi global, khususnya terkait efisiensi penggunaan bahan bakar.

Opsi kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan akan disesuaikan dengan kebijakan nasional maupun kondisi masing-masing perguruan tinggi.

Rektor menegaskan bahwa capaian kelembagaan tidak lahir dari kerja individu, melainkan kerja kolektif. Ia memperkenalkan konsep "favorable governance" sebagai pendekatan tata kelola kampus yang tidak hanya berorientasi pada capaian kuantitatif, tetapi juga menempatkan manusia sebagai pusat kebijakan.

Menurut Rektor Jefri, Undana akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan serta menciptakan suasana akademik yang lebih humanis bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

“Bahasa akademik kita harus membumi dan menyatukan,” tegasnya.

Sementara itu, Dr. Hamza Huri Wulakada, M.Si menyampaikan dukungan sivitas akademika Muslim terhadap berbagai kebijakan pimpinan Universitas Nusa Cendana.

Dr. Hamza mengungkapkan rencana partisipasi dalam kegiatan kurban dengan target penyediaan sekitar 10 ekor sapi dari dosen dan pegawai, serta dukungan tambahan dari pimpinan universitas. Program tersebut juga akan dikaitkan dengan perayaan Dies Natalis Undana.

Direktur Pascasarjana Undana itu menegaskan komitmen sivitas akademika untuk mendukung visi Undana menuju perguruan tinggi berbadan hukum (PTNBH), melalui penguatan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter dan bertakwa.

Selain itu,  Dr. Hamza Wulakada mendorong peningkatan prestasi mahasiswa, termasuk dalam ajang kompetisi nasional dua tahunan seperti MTK, dengan komitmen menyiapkan jalur prestasi bagi siswa berprestasi agar dapat melanjutkan studi di Undana.

Selanjutnya, dalam ceramahnya, Prof. Dr. Reinhard Lerik, M.Sc menegaskan bahwa manusia pada dasarnya memiliki potensi yang harus dikembangkan secara seimbang. 

Menurut Prof Reinhard, setelah memperoleh kekuasaan atau posisi, manusia tidak hanya dituntut memiliki tubuh yang sehat dan kesehatan mental yang baik, tetapi juga kecerdasan kognitif untuk menyeimbangkan seluruh potensi tersebut. Inilah yang disebut sebagai pendidikan.

“Jika tiga potensi ini, fisik, mental, dan kognitif, diramu menjadi satu, maka akan lahir kerja-kerja produktif,” ujarnya.

Namun, ia menambahkan bahwa selain potensi individu, terdapat potensi besar lain yang diberikan Tuhan secara kolektif, yaitu persatuan. Potensi individu akan menjadi kuat apabila dijaga melalui persatuan, sinergi, serta kerja sama antarsesama manusia.

"Manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal, bekerja sama, dan menghadirkan karunia Tuhan di muka bumi. Karena itu, menurutnya, orang yang paling dekat dengan Tuhan adalah mereka yang memiliki ketakwaan," ujarnya.

Dalam konteks kehidupan kampus, ia mengajak civitas akademika untuk terus bersinergi setelah proses pemilihan rektor selesai. Ia menegaskan bahwa kritik tetap diperlukan sebagai bagian dari peningkatan mutu institusi.

Menurut Prof Lerik, unit-unit penjaminan mutu memiliki peran penting dalam mengawal kualitas kampus. Kritik dari lembaga penjamin mutu harus diterima sebagai bagian dari proses perbaikan berkelanjutan.

Dia menekankan bahwa sinergi antara potensi individu dan kebersamaan akan membawa Undana menuju cita-cita menjadi universitas yang mengakar di NTT sekaligus mendunia sebagai "world class university."

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas yang telah memfasilitasi keseimbangan pengembangan kognitif dan psikomotorik. Ia berharap implementasi program tersebut terus dikawal agar manfaatnya dapat dirasakan hingga tingkat mahasiswa.

Prof. Reinhard Lerik juga berharap pentingnya fasilitas kegiatan spiritual bagi mahasiswa. Ia berharap ke depan tersedia sarana ibadah yang lebih dekat dan mudah diakses mahasiswa, mengingat selama ini sebagian mahasiswa harus menempuh jarak cukup jauh untuk melaksanakan ibadah (shalat Jumat, red) di sela kegiatan perkuliahan.

Menutup ceramahnya, ia merangkum tiga pesan utama yang disampaikan kepada pimpinan universitas, yakni permohonan maaf, ucapan terima kasih, dan permohonan dukungan bagi pengembangan kebutuhan civitas akademika. 

Reporter: Emanuel Boli
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Halal bi Halal Keluarga Besar Undana: Momentum Syukur, Toleransi, dan Penguatan SDM Menuju Kampus Mendunia

Trending Now