Perang Iran Dan Amerika Zionis Hisbut Tahrir Malaysia Seruhkan Penegakan Khilafah

Redaksi
Maret 27, 2026 | Maret 27, 2026 WIB Last Updated 2026-03-27T11:27:02Z
PERANG IRAN VS AMERIKA & ZIONIS, HIZBUT TAHRIR MALAYSIA SERUKAN PENEGAKAN KHILAFAH*

Jakarta _ Kepada para tentara yang ikhlas, inilah saatnya untuk memberikan pertolongan (nusrah) kepada Hizbut Tahrir jika para penguasa tetap tunduk kepada AS. Jika para penguasa memilih kehinaan, maka tinggalkan mereka dan berikan nusrah kepada Hizbut Tahrir untuk menegakkan Khilafah, lalu bergerak menuju jihad demi meraih salah satu dari dua kemuliaan, kemenangan atau kesyahidan."_

_"Inilah saatnya… inilah saatnya… inilah saatnya wahai tentara kaum Muslimin!"_

*[Juru bicara HTM (Hizbut Tahrir Malaysia) Ustadz Abdul Hakim Othman].*


Hizbut Tahrir (HT) adalah Partai Politik Islam Global yang berideologi Islam. Sejak didirikan oleh Syaikh Taqiyuddin an Nabhani di Palestina pada Tahun 1952 di Palestina, HT konsisten menyeru kepada seluruh umat Islam untuk mengembalikan institusi Khilafah dalam kehidupan kaum muslimin.

Menurut HT, kemunduran umat Islam adalah karena umat Islam berpaling dari syariah Islam, dan kehilangan institusi Khilafah yang menerapkan syariah Islam secara kaffah. Agar umat kembali bangkit dan memimpin peradaban, maka umat wajib menegakkan kembali institusi Khilafah dengan misi menerapkan syariah Islam dan mengemban risalah Islam ke seluruh penjuru alam.

Perang antara Iran vs Amerika dan zionis, membuka peluang bagi umat untuk fokus dan serius menegakkan kembali Khilafah, dengan beberapa alasan ;

*Pertama,* Amerika dan Barat (blok Barat dengan ideologi Kapitalisme) termasuk Rusia dan China (Blok Timur dengan ideologi sosialisme komunisme) saat ini sedang bertarung hebat. Perang Ukraina telah menguras energi blok barat dan blok timur.

Ditambah perang dengan Iran, membuat Amerika dan Barat kehilangan banyak energi dan tidak dapat lagi fokus untuk menghalangi tegaknya institusi Khilafah. Jika sebelumnya, Amerika dan Barat mengawasi aktivitas perjuangan penegakan Khilafah dari jarak yang sangat dekat dan dengan kaca pembesar, hari ini Amerika dan Barat terpaksa harus menjauh dan mengalihkan fokus perhatiannya kepada Iran dan Ukraina. 

Dua perang, yakni Ukraina dan Iran, merupakan representasi eksistensialisme Amerika dan Barat. Dalam pertempuran nyaris satu bulan melawan Iran, Amerika terbukti tak mampu mempertahankan status negara 'adidaya' dan terpaksa harus dipermalukan dihadapan dunia oleh ketangguhan perlawanan Iran.

> Situasi ini, tentu saja memberikan ruang dan waktu yang sangat longgar kepada umat Islam, untuk melakukan konsolidasi massif dalam rangka menyongsong kembalinya institusi Khilafah sebagaimana telah dikabarkan dalam Nubuwah Rasulullah SAW.

> HT menjadi pihak yang paling berkewajiban dan bertanggungjawab penuh untuk memimpin konsolidasi. Mengingat, HT paling memahami hakekat institusi Khilafah, baik secara global maupun rinciannya, serta memahami berbagai tahapan, syarat dan prosedur penegakannya kembali.

> Ruang dan waktu yang amat luas ini, harus dimanfaatkan secara maksimal agar terjadi proses 'perkawinan antara umat dan ahlul quwwah' menuju terjadinya akad Kekhilafahan. Yakni, akad untuk membaiat seorang lelaki, muslim, berakal, baligh, merdeka, adil dan memiliki kemampuan untuk memimpin kekhilafahan, untuk didengar dan ditaati, dalam rangka menerapkan Islam dan mengemban risalah Islam ke seluruh penjuru alam.

> Ingat ! Khilafah tak akan tegak tanpa keridloan dan dukungan umat. Khilafah tak akan tegak tanpa penjagaan ahlul quwwah. Karena itu, HT mutlak memiliki kewajiban untuk mengkonsolidasi dukungan umat dan penjagaan Ahlul Quwwah, agar akad Kekhilafahan dapat ditegakkan.

*Kedua,* perang Iran melawan Amerika & Zionis telah memunculkan entitas Ahlul Quwwah, yakni Iran dan Yaman yang mampu menghadapi Amerika. Itu artinya, dua negara ini juga bisa menjadi ahlul quwwah untuk menjaga dan membidani proses kelahiran Khilafah, sekaligus mengasuh dan merawatnya untuk yang pertama kali.

Diluar Iran dan Yaman, Pakistan yang memiliki nuklir juga potensial untuk menjadi ahlul quwwah. Mana saja yang lebih dahulu dikonsolidasikan, apakah Iran dan Yaman, atau Pakistan, keduanya layak untuk dijadikan titik tolak penegakan Khilafah.

Disisi lain, opini umum dunia Islam pada kesadaran bahwa Amerika adalah musuh, Khilafah adalah solusi pemersatu kaum muslimin makin membesar. Sejumlah pembesar Arab, saat ini tak lagi dapat menutupi topeng kemunafikan mereka, yang memberikan pelayanan dan dukungan pada zionis dan Amerika.

Konsolidasi opini umum dan penggalangan dukungan ahlul quwwah, adalah dua agenda yang secara simultan harus digalakkan. Lagi-lagi, agar konsolidasi bersifat terstruktur dan sistematis, mengarah pada penegakkan Khilafah, maka HT memiliki kewajiban sekaligus tanggungjawab penuh untuk memimpin konsolidasi.

*Ketiga,* penderitaan kaum muslimin baik di Palestina, Irak, Sudan, Pattani, dan berbagai belahan bumi lainnya, mendorong urgensi atas persatuan dan persaudaraan Islam untuk menolong saudara muslim lainnya. Khilafah, akan menjadi institusi pemersatu dan mempersaudarakan umat Islam se dunia.

> Maka, sangat elok untuk didukung pernyataan dan seruan dari Juru bicara HTM (Hizbut Tahrir Malaysia) Ustadz Abdul Hakim Othman, yang baru-baru ini menyeru kepada segenap tentara dan kaum muslimin, untuk segera menegakkan Khilafah. Khilafah, yang akan menyatukan dan mempersaudarakan seluruh kaum muslimin. [].

Sumber: Ahmad khozinudin 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Perang Iran Dan Amerika Zionis Hisbut Tahrir Malaysia Seruhkan Penegakan Khilafah

Trending Now