Tim Tanggap Karhutla PT. RSUP Terjunkan dua Regu Padamkan Titik Api di Desa Labuan Bilik

Maret 31, 2026 | Maret 31, 2026 WIB Last Updated 2026-03-31T05:11:18Z

Sambu Group, sebagai Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), melalui salah satu unit usahanya PT Riau Sakti United Plantations (RSUP), mengerahkan tim tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) untuk menindaklanjuti laporan titik api yang terdeteksi pada Sabtu, 28 Maret 2026 sekitar pukul 11.00 WIB.

Kebakaran terjadi di wilayah Desa Labuan Bilik, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. 

Menanggapi laporan tersebut, tim Karhutla PT RSUP segera melakukan koordinasi dan membagi personel menjadi dua regu guna mempercepat proses penanganan di lapangan.

Pembagian tim difokuskan pada dua titik strategis, yaitu di area perbatasan Labuan Bilik serta di Parit 7 dan Parit 8 yang teridentifikasi sebagai lokasi utama penyebaran api.

Upaya pemadaman berlangsung intensif dengan berbagai tantangan, terutama karena kondisi lahan yang kering dan potensi penyebaran api yang cukup cepat. Tim harus bekerja ekstra menggunakan metode pemadaman darat serta melakukan penyekatan area guna mencegah api meluas ke wilayah lain. Seluruh proses pemadaman berlangsung lebih dari 12 jam tanpa henti.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Minggu, 29 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih 2 hektare dan merupakan lahan milik masyarakat.

Camat Pulau Burung, Razali, SE, menyampaikan apresiasinya “Kami mengapresiasi langkah kesigapan tim PT RSUP dalam membantu pemadaman Karhutla di wilayah kami. Sinergi seperti ini sangat penting untuk melindungi lingkungan dan masyarakat dari dampak kebakaran yang lebih luas,” ujar Razali.

Sementara itu, Humas PT RSUP, Sumardi, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam penanganan Karhutla merupakan wujud komitmen nyata terhadap perlindungan lingkungan serta kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

“Kami selalu siaga dalam merespons setiap kejadian Karhutla. Upaya cepat ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk mencegah dampak yang lebih luas, baik terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat,” ujar Sumardi.

PT RSUP tidak hanya fokus pada penanganan saat kondisi darurat, tetapi juga terus memperkuat langkah-langkah preventif. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di musim kemarau.

Selain itu, penting untuk segera melaporkan apabila menemukan indikasi titik api agar dapat ditangani sedini mungkin. Pencegahan adalah kunci utama dalam meminimalisir risiko Karhutla,” tambah Sumardi.

Sumardi menegaskan bahwa PT RSUP akan terus menjaga kesiapsiagaan tim serta memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya sebagai mitra dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Keberhasilan pemadaman ini menjadi harapan baru bagi lingkungan di sekitar lokasi terdampak. Aktivitas masyarakat pun perlahan kembali normal. Lebih dari itu, peristiwa ini menjadi pengingat bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab kolektif yang hanya dapat terwujud melalui kepedulian, kewaspadaan, dan kerja sama yang berkelanjutan.(Yti)

 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tim Tanggap Karhutla PT. RSUP Terjunkan dua Regu Padamkan Titik Api di Desa Labuan Bilik

Trending Now