Keterangan Foto: Siswa SMAN 1 Balauring yang lulus di SNBP Tahun 2026 (ist.)
Lembata, detiksatu.com || Hasil rekapitulasi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026 untuk wilayah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi dirilis.
Hasil tahun ini menunjukkan tren positif bagi sekolah-sekolah di luar Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata.
SMAN 1 Balauring di Kecamatan Omesuri itu berhasil mencatatkan persentase kelulusan terbanyak untuk kategori sekolah dengan kuota pendaftaran 25 persen.
Pencapaian tersebut menempatkan SMAN 1 Balauring sebagai “kuda hitam” yang kompetitif.
Sekolah ini mampu bersaing ketat dengan sekolah-sekolah unggulan di pusat kota yang memiliki kuota pendaftaran lebih besar (40 persen), yakni SMAN 1 Nubatukan dan SMA Frateran Don Bosco Lewoleba.
Kepada detiksatu, Kamis, 2 April 2026, dalam keterangannya, Kepala SMAN 1 Balauring, Abdullah Lamawulo, S.Pd., menjelaskan bahwa kunci utama keberhasilan sekolahnya terletak pada mekanisme pendaftaran yang terstruktur dan terencana dengan baik.
“Kami tidak membiarkan siswa berjalan sendiri. Mekanisme pendaftaran dimulai dengan pemetaan minat dan bakat berdasarkan nilai rapor sejak semester awal," ujar Abdullah.
"Kami memastikan pemilihan jurusan dilakukan secara rasional dengan melihat peluang di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN), agar kuota yang ada benar-benar maksimal terserap."
Menurutnya, strategi tersebut membuat proses pendaftaran lebih terarah dan meminimalkan kesalahan dalam menentukan pilihan program studi.
Abdullah juga mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi para guru dan semangat belajar para siswa.
Kepsek Abdullah menegaskan bahwa meski berada di wilayah pesisir atau kampung, kualitas intelektual siswa tidak boleh kalah dengan mereka yang berada di ibu kota.
Dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan proses seleksi SNBP, pihak sekolah menekankan dua poin utama.
“Saya selalu katakan kepada anak-anak, meski kita di kampung, otak dan daya saing kita harus sejajar dengan siswa di ibu kota. Geografis bukan penghalang untuk menembus kampus ternama di Indonesia,” tegasnya.
Ia mengungkapkan keterbatasan akses informasi di daerah, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai konsultan yang mendampingi siswa sejak awal hingga akhir proses pendaftaran.
"Pendampingan ini memastikan tidak ada kendala teknis yang dapat menghambat masa depan siswa," katanya.
Salah satu siswa SMAN 1 Balauring yang lolos SNBP Tahun 2026, Amelia Kewa, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para guru yang telah memberikan motivasi dan bimbingan selama proses pendaftaran.
“Kami selalu didampingi saat mendaftar. Itulah sebabnya kami merasa bapak dan ibu guru memiliki peran penting dalam menghantar masa depan kami,” tutur Kewa.
Amelia sebelumnya pernah meraih Juara I Cipta Baca Puisi pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional tingkat SMA/SMK Kabupaten Lembata.
Persentase Kelulusan SMA/SMK di Kabupaten Lembata
Secara keseluruhan, rekapitulasi sementara SNBP 2026 untuk jenjang SMA/SMK di Kabupaten Lembata menunjukkan distribusi kelulusan yang mulai merata. Berikut ringkasan performa sejumlah sekolah:
1. SMAN 1 Balauring – Total kelulusan 13 siswa (Kuota pendaftaran 25 persen)
2. SMAN 1 Nubatukan – Total kelulusan 37 siswa (Kuota pendaftaran 40 persen)
3. SMA Frateran Don Bosco Lewoleba – Total kelulusan 26 siswa (Kuota pendaftaran 40 persen)
4. SMAN 1 Lebatukan – Total kelulusan 1 siswa (Kuota pendaftaran 25 persen)
5. SMAN 1 Wulandoni – Total kelulusan 3 siswa (Kuota pendaftaran 25 persen)
6. SMAN 2 Nubatukan – Total kelulusan 7 siswa (Kuota pendaftaran 25 persen)
7. SMAN 1 Ile Ape – Total kelulusan 4 siswa (Kuota pendaftaran 25 persen)
8. SMK Negeri 1 Lewoleba – Total kelulusan 10 siswa (Kuota pendaftaran 25 persen)
9. SMK Negeri 1 Ile Ape – Total kelulusan 7 siswa (Kuota pendaftaran 25 persen)
Dengan manajemen pendaftaran yang tepat, pendampingan intensif, serta motivasi yang kuat, prestasi di tingkat nasional bukanlah hal yang mustahil untuk diraih.
Reporter: Emanuel Boli