Kupang, detiksatu.com || Ahmad Yohan, M.Si resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2025–2029 oleh Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan.
Ahmad Yohan dilantik bersama jajaran pengurus DPW dan DPD PAN se-NTT.
Pelantikan berlangsung di Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Jumat (15/5/2026) pukul 15.55 WITA dan dihadiri ribuan kader serta simpatisan PAN dari berbagai wilayah di NTT.
Dalam sambutannya, Ahmad Yohan menyampaikan rasa syukur atas antusiasme kader dan relawan yang hadir dalam acara pelantikan tersebut.
“Insyaallah dan Alhamdulillah, yang hadir hari ini datang dengan kesadaran sendiri. Tidak ada mobilisasi, namun semuanya mau hadir karena ingin bertemu langsung dengan Ketua Umum,” ucapnya.
Bagi Ahmad Yohan, kehadiran ribuan kader membuktikan semangat kebersamaan dan loyalitas kader PAN di NTT.
Dia menyebutkan kapasitas gedung Auditorium Undana yang mencapai sekitar 6.000 orang sebagian besar terisi oleh kader PAN.
Pada kesempatan itu, Ahmad Yohan juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah tokoh yang hadir, di antaranya Jefri Riwu Kore, Simon Petrus Kamlasi, dan Jane Natalia Suryanto yang merupakan kader PAN.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI optimistis PAN NTT dapat mematahkan mitos bahwa partai tersebut sulit meraih kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan NTT II.
"Ini karena komunikasi dan karena persahabatan kita semua, kita bisa membangunnya dengan penuh persahabatan dan tidak pernah saling mengancam atau saling menyakiti
Ahmad Yohan menegaskan, pelantikan DPW dan seluruh DPD PAN se-NTT oleh Ketua Umum DPP PAN merupakan momen bersejarah bagi PAN di NTT.
“Ini sejarah bagi kami. Selama ini muswil (musyawarah wilayah) sering dilaksanakan, tetapi belum pernah seluruh DPW dan DPD dilantik langsung oleh Ketua Umum di NTT,” ujarnya.
Ia mengakui pelaksanaan kegiatan tersebut mungkin tidak semegah daerah lain, namun menegaskan loyalitas kader PAN NTT tidak perlu diragukan.
"Kesederhanaan inilah kondisi kami di NTT, tetapi jangan pernah ragu terhadap loyalitas dan kesungguhan kami membesarkan PAN,” tegasnya.
Ahmad Yohan juga menekankan bahwa perjuangan PAN bukan semata-mata untuk kekuasaan politik, melainkan bentuk pengabdian bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Begitu juga perintah bang Zul, kami sebagai anggota DPR, anggota DPRD provinsi dan kabupaten kota, harus terus bekerja untuk bantu rakyat," tegasnya.
Ahmad Yohan, anggota DPR RI Dapil NTT I turut memaparkan sejumlah program yang telah diperjuangkan di antaranya dukungan terhadap anggaran Rp1,2 triliun untuk pengembangan industri garam di Sabu Raijua, Rote Ndao, dan Kabupaten Kupang.
Selain itu, PAN juga mendorong pembangunan kampung nelayan merah putih di NTT sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan nelayan.
"Begitu juga perintah Bang Zul (Zulkifli Hasan), bahwa kita juga harus membantu nelayan-nelayan. Insyaallah Bang Zul, kemarin tahap pertama 60 titik yang didorong oleh pemerintah di NTT ada 5 kampung nelayan merah putih, yang sudah kita bangun salah satunya di kampung Yos Lede (Bupati Kupang)," kata Yohan.
Ahmad Yohan, akrab disapa Bang AYO juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Desa atas dukungan terhadap pembangunan desa tertinggal dan desa tematik di NTT.
Dia berkata, seluruh program tersebut akan terus dikawal demi kemajuan masyarakat NTT. Di akhir sambutannya, Ahmad Yohan menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyambutan kegiatan pelantikan tersebut.
Tak lupa, ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pengurus DPW maupun DPD PAN se-NTT yang telah bekerja menyukseskan acara tersebut.
Dalam sambutannya, Ketum Zulkifli Hasan menjelaskan filosofi PAN yang berlambang matahari.
Ia berkata, matahari merupakan simbol kasih sayang yang tidak membedakan suku, agama, maupun golongan.
“Saya ingin memperkenalkan PAN lebih dalam. Orang sudah tahu PAN, tetapi biasanya hanya sepintas. Karena itu, saya ingin menjelaskan secara singkat apa itu Partai Amanat Nasional,” ujar Zulkifli Hasan.
Ia mengatakan, matahari sebagai lambang PAN memiliki makna memberikan kasih sayang secara sempurna kepada siapa saja tanpa membedakan latar belakang.
“Matahari tidak pernah membedakan kita dari mana, apa sukunya, apa agamanya, apa partainya. Dia memberikan kasih sayang kepada manusia, alam semesta, satwa, dan apa pun. Itulah filosofi Partai Amanat Nasional,” katanya.
Dia menuturkan, PAN terbuka bagi siapa saja yang ingin membangun daerah dan bangsa.“Asal dia membangun NTT dan membangun Indonesia, silakan berjuang bersama-sama. Walaupun kita berbagai suku, agama, kabupaten, dan pulau, tetapi kita satu,” tegasnya.
Hadir dalam kesempatan itu, Gubenur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, Sekjen DPP PAN Eko Patria, Ketua BM PAN, Sigit Pramono, Forkopimda, pimpinan partai, hingga tokoh agama.
Reporter: Emanuel Boli
Tidak ada komentar:
Posting Komentar