Iklan

Dugaan Ketidaktransparanan Seleksi Paskibra TTS 2026, DPRD akan Panggil Kaban Kesbangpol

Minggu, 10 Mei 2026 | Minggu, Mei 10, 2026 WIB Last Updated 2026-05-10T05:20:33Z



TTS, detiksatu.com || Komisi I DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan akan memanggil Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Apolos Banunaek.

Dia dipanggil dalam kepentingan untuk melakukan klarifikasi terkait proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Kabupaten TTS tahun 2026.

Wakil Ketua Komisi I DPRD TTS, Yerim Yos Fallo, mengatakan pihaknya telah menerima penjelasan awal dari Kesbangpol, namun dinilai belum lengkap sehingga rapat klarifikasi akan dijadwalkan ulang.

“Kami segera panggil Kesbangpol dan mereka hanya menjawab secara keliru. Karena itu kami agendakan ulang untuk klarifikasi lengkap dan kami minta membuka data tesnya. Rencananya Senin akan dilakukan rapat klarifikasi,” ujar Yerim Yos Fallo kepada wartawan, Sabtu, 9 Mei 2026.

Dia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hak peserta seleksi, yakni Gresyani Imelda Tenistuan, sekaligus memperbaiki sistem seleksi Paskibra di Kabupaten TTS agar lebih terbuka, transparan, dan akuntabel di masa mendatang.

“Untuk memastikan hak Gresyani Imelda Tenistuan dan menjaga serta memperbaiki agar seleksi Paskibra Kabupaten TTS ke depan terbuka, transparan, dan akuntabel serta mengedepankan kebenaran dan keadilan," katanya.

Oleh sebab itu, Yerim Yos Fallo menegaskan, Komisi I menganggap perlu mengundang Kesbangpol beserta jajaran untuk melakukan klarifikasi lengkap dan membuka mekanisme proses seleksi Paskibra.

Sebelumnya, seorang siswi SMA di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Gresyani Imelda Tenistuan, menyampaikan surat terbuka kepada Bupati dan Wakil Bupati TTS terkait proses seleksi Paskibra tingkat kabupaten tahun 2026 yang diikutinya.

Dalam surat terbuka yang diterima, Rabu (6/5/2026), siswi SMA Kristen 1 Soe itu mengungkapkan rasa kecewa sekaligus mempertanyakan mekanisme seleksi yang dijalankan.

Gresyani menjelaskan dirinya berasal dari keluarga sederhana, namun memiliki semangat besar untuk mengikuti seleksi Paskibra. 

Ia mengaku telah mempersiapkan diri dengan mengikuti latihan intensif selama berbulan-bulan di sekolah.

Setelah mendaftar, ia dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhasil melewati sejumlah tahapan seleksi berikutnya. 

Namun, harapannya pupus setelah dirinya diminta bertemu dengan pihak terkait dan kemudian diarahkan pulang tanpa penjelasan yang jelas.

Hingga berita ini ditayangkan, Kaban Kesbangpol TTS, Apolos Banunaek belum berhasil dihubungi.

Reporter: Emanuel Boli
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dugaan Ketidaktransparanan Seleksi Paskibra TTS 2026, DPRD akan Panggil Kaban Kesbangpol

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trending Now