Iklan

Selain Tanam Malapari, Apa saja yang Dilakukan OMK Hoelea di Pantai Angarlaleng?

Senin, 11 Mei 2026 | Senin, Mei 11, 2026 WIB Last Updated 2026-05-11T10:09:11Z


Lembata, detiksatu.com || Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Salib Suci Hoelea mengadakan kegiatan Camping Rohani di Pantai Angarlaleng, Desa Mahal II, Kecamatan Omesuri, Lembata, pada Sabtu-Minggu (9-10/5). 

"Kegiatan Camping Rohani kali ini terlihat berbeda dan meninggalkan kenangan yang mendalam," jelas Komsos OMK Hoelea dalam keterangan kepada wartawan, Senin, 11 Mei 2026.

Pada hari pertama, mereka mendengarkan peneguhan dan renungan singkat dari Romo Edi Saban, Pr., selaku Pastor Paroki Salib Suci Hoelea. 

Ada beberapa catatan penting dari Romo Edi tentang realita yang perlu direfleksikan oleh OMK Paroki Salib Suci Hoelea. 

Catatan tersebut, misalnya, kebiasaan hura-hura, terjebak pada kenikmatan medsos, orang muda sebagai pekerja dan pendoa.

Pada catatan tentang hura-hura, Romo Edi menyinggung kebiasaan anak muda yang suka mabuk berlebihan dan standing motor. 

Ia mengangkat fakta di Lembata bahwa sudah beberapa nyawa anak muda hilang karena standing motor. 

Selain itu, Romo Edi memancing perhatian OMK agar tidak kalah dengan cara kerja Chatgpt atau AI dan juga robot. 

Dia berkata, OMK harus menjadi diri sendiri di tengah kemajuan teknologi medsos yang bisa membuat OMK malas berkreativitas dan tidak aktif menggunakan otak dan kemampuannya. 

Hal lainnya, menurut Romo Edi, OMK adalah tipe pekerja keras dan pendoa. 

Ia bangga karena selalu melihat orang muda ikut misa pada hari Minggu dan doa pribadi di gua-gua Maria. 

"Artinya, OMK atau anak muda adalah para pendoa–ora et labora–berdoa dan bekerja. Menurut Romo Edy, semua pekerjaan bisa dibuat oleh OMK," ujarnya.

Oleh karena itu, imam Katolik itu mengharapkan agar orang muda harus diberi ruang yang besar.

Dari beberapa catatan ini, Romo Edy kemudian mengambil sebuah kesimpulan, “kalau orang menatap seluruhnya, orang muda itu penting.” 

Pada bagian akhir renungannya, ada dua hal penting yang ia sampaikan untuk direfleksikan bersama bukan hanya oleh OMK melainkan umat seluruhnya. 

Pertama, toleransi yang tinggi. Romo Edi merasa bangga karena ketika sampai di Kedang, ia menemukan kekuatan toleransi yang tinggi di Kedang. 

Namun, di balik toleransi, ada hal yang kurang yakni tawuran anak muda. 

“Di Kedang toleransi tinggi tapi kenapa berkelahi?”katanya.

Yang kedua, orang Kedang sulit jual tanah. Jika dibandingkan dengan daerah lain, menurut Romo Edi, orang Kedang sulit jual tanah. 

Fakta di daerah tertentu, banyak orangtua menjual tanah untuk banyak alasan termasuk mengongkos anak sekolah. 

Namun, setelah anaknya wisuda, terpaksa tinggal di kos-kosan karena tak ada lagi tanah warisan orangtua yang tersisa.

Jalan Kabupaten Rusak

Pada hari kedua, OMK Salib Suci Hoelea melanjutkan kegiatan lainnya yakni penyusunan program kerja tahun 2026 dan penanaman secara simbolis enam pohon Malapari di Pantai Angarlaleng. 

Pada agenda ini, banyak rencana kegiatan yang akan dijalankan oleh OMK Paroki Salib Suci Hoelea hingga bulan Desember 2026. 

Kegiatan tersebut misalnya drama Natal, olahraga, kunjungan ke Paroki Wulandoni, pameran arsip tentang gereja Katolik Paroki Hoelea dan masih banyak lainnya. 

Mereka saling berdiskusi dalam proses penyusunan program kerja ini. Semua yang mereka lakukan adalah bagian dari proses pembentukan diri. 

Antusiasme ini didukung pula oleh kehadiran banyak pihak, baik dari unsur Dewan Pastoral Paroki Hoelea, Dewan Stasi Hobamatan, pemerintah desa maupun umat stasi setempat yang turut terlibat mendukung kegiatan ini. 

Hadir pula Gaspar Apelaby selaku Ketua Pemuda Katolik Komcab Lembata. 

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa organisasi Pemuda Katolik Lembata tidak hanya bicara soal kehidupan rohani tetapi juga kesaksian hidup orang Katolik pada bidang lainnya seperti politik, ekonomi, dan budaya. 

Walaupun akses jalan Kabupaten dari pusat Desa Mahal II menuju Pantai Angarlaleng sangat memprihatikan dan menguji adrenalin, OMK Paroki tetap memilih Pantai ini sebagai lokasi kegiatan. 

Bahkan ada dua kegiatan Paroki sebelumnya yang menjadikan Angarlaleng sebagai "rumah". 

Dengan potensi Angarlaleng yang begitu luar biasa, warga setempat mengharapkan agar Pemerintah Lembata bisa memerhatikan akses jalan ke Angarlaleng. 

Hal ini beralasan karena jalur menuju Angarlaleng merupakan jalan Kabupaten yang sudah lama sekali dibiarkan rusak berat.

Reporter: Emanuel Boli
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Selain Tanam Malapari, Apa saja yang Dilakukan OMK Hoelea di Pantai Angarlaleng?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trending Now