detiksatu.com

detiksatu.com

Iklan

Warga Desa Gandarum Gelar Sedekah Bumi Secara Swadaya, Habiskan Anggaran Rp133 Juta

Redaksi
Minggu, 17 Mei 2026 | Minggu, Mei 17, 2026 WIB Last Updated 2026-05-17T13:03:04Z
KAJEN, - DETIKSATU.COM II Semangat pelestarian budaya Jawa kembali menggema di Desa Gandarum, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Melalui tradisi Sedekah Bumi yang digelar pada Minggu malam (17/5/2026), masyarakat desa setempat menunjukkan kekompakan dan solidaritas sosial yang kuat lewat pagelaran wayang kulit dengan lakon “Wahyu Kamulyan Sejati” yang dibawakan dalang Ki Sigid Ariyanto, S.Sn.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.23 WIB itu berlangsung meriah dan dipadati masyarakat dari berbagai wilayah desa. Gemerlap lampu panggung, suara gamelan yang mengalun, serta antusiasme warga menciptakan suasana budaya yang sarat nilai kebersamaan dan kearifan lokal.

Kepala Desa Gandarum, Agus Suyudono, menegaskan bahwa kegiatan sedekah bumi tersebut sepenuhnya lahir dari keinginan masyarakat dan dilaksanakan secara murni melalui swadaya warga.

Menurutnya, Pemerintah Desa hanya berperan sebagai fasilitator untuk mendukung aspirasi masyarakat dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Acara malam ini benar-benar hasil kebersamaan masyarakat bersama lembaga desa. Pemerintah desa hanya sebatas sarana untuk mewadahi apa yang menjadi kehendak masyarakat demi terciptanya kerukunan dan kebersamaan,” kata Agus Suyudano.

Ia menyampaikan, kegiatan sedekah bumi bukan sekadar seremoni tahunan ataupun hiburan rakyat biasa. Lebih dari itu, tradisi tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan warga sekaligus menjaga harmoni sosial di tengah kehidupan masyarakat desa.

“Tujuan utamanya adalah menjalin kebersamaan dalam satu desa. Kegiatan ini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi demi masyarakat Desa Gandarum secara keseluruhan,” ujarnya.

Agus juga mengungkapkan bahwa total anggaran kegiatan mencapai sekitar Rp133 juta. Dana tersebut berhasil terkumpul berkat gotong royong seluruh elemen masyarakat, mulai dari panitia, pelaku usaha desa, hingga dukungan warga di masing-masing RT.

“Alhamdulillah semua bisa terpenuhi karena kerja keras panitia dan dukungan masyarakat sepenuhnya. Tidak ada bantuan dari luar, semua murni dari masyarakat Desa Gandarum sendiri,” tambahnya.

Tradisi sedekah bumi di Desa Gandarum sendiri telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali berdasarkan kesepakatan bersama masyarakat desa.

Bagi warga Gandarum, sedekah bumi bukan hanya ritual budaya, melainkan bentuk rasa syukur atas keselamatan, hasil bumi, dan kehidupan yang dijalani bersama.

Ketua seksi usaha kegiatan, Budi Manyuro, menjelaskan bahwa proses penggalangan dana dilakukan secara terbuka dan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Menurutnya, sebanyak 32 RT turut berpartisipasi melalui iuran bersama, ditambah dukungan para donatur dari warga desa sendiri.

“Semua sudah disepakati bersama seluruh RT. Sampai saat ini tidak ada masyarakat yang protes karena semuanya mendukung. Mereka memahami bahwa kegiatan ini adalah bagian dari nguri-uri budaya Jawa dan bentuk doa keselamatan bagi desa,” jelas Budi.

Ia mengatakan, pada pelaksanaan sedekah bumi sebelumnya sempat diadakan kirab gunungan hasil bumi dan berbagai atraksi budaya lainnya. Namun untuk tahun ini, panitia memilih fokus pada pagelaran wayang kulit sebagai inti acara.

Lakon “Wahyu Kamulyan Sejati” yang dipentaskan memiliki makna mendalam bagi masyarakat Gandarum. Lakon tersebut diharapkan menjadi simbol harapan agar warga desa senantiasa memperoleh kemuliaan hidup, kesejahteraan, serta kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Harapan kami masyarakat Desa Gandarum tetap guyub, tetap rukun, dan mendapatkan kehidupan yang mulya lan sejati,” tutur Agus.

Pagelaran wayang kulit itu pun berlangsung hingga larut malam dengan antusiasme warga yang tidak surut. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak menikmati jalannya pertunjukan yang menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Jawa.

Melalui kegiatan sedekah bumi tersebut, Desa Gandarum kembali membuktikan bahwa tradisi lokal masih hidup dan mampu menjadi perekat sosial di tengah perkembangan zaman modern. Kebersamaan yang terbangun dari gotong royong masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga warisan budaya agar tetap lestari dari generasi ke generasi.(AR)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Warga Desa Gandarum Gelar Sedekah Bumi Secara Swadaya, Habiskan Anggaran Rp133 Juta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trending Now