Kupang, detiksatu.com || Ketua STIKOM Uyelindo Kupang, Reimerta Natonis, menyampaikan terima kasih kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, atas kehadirannya dalam kuliah umum di kampus tersebut.
Kehadiran Menko Pangan dinilai membawa harapan dan inspirasi bagi generasi muda Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya mahasiswa STIKOM Uyelindo, Jumat (15/5/2026).
Dalam sambutannya, Reimerta mengatakan STIKOM Uyelindo merupakan perguruan tinggi IT pertama di NTT yang terus berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul, inovatif, dan berdaya saing global.
“Kami ingin lulusan STIKOM mampu membantu memecahkan tantangan teknologi informasi, khususnya di sektor pangan di Indonesia,” katanya.
Ia mengungkapkan minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di STIKOM Uyelindo cukup tinggi. Namun, keterbatasan biaya masih menjadi kendala bagi banyak calon mahasiswa.
Menurutnya, sekitar 24 persen pelajar di NTT ingin melanjutkan studi di STIKOM Uyelindo, tetapi terkendala faktor ekonomi. Karena itu, pihak kampus meminta dukungan pemerintah untuk membantu akses pendidikan bagi pelajar SMA yang ingin melanjutkan studi di bidang teknologi informasi.
Selain itu, Reimerta menyampaikan bahwa STIKOM Uyelindo saat ini tengah berproses melakukan perubahan status menjadi universitas.
“Kami memohon pendampingan dari bapak Menko Pangan agar proses perubahan STIKOM dapat terlaksana,” ujarnya.
Ia berharap kuliah umum tersebut membawa perubahan positif bagi pengembangan teknologi informasi untuk mendukung ketahanan pangan dan swasembada pangan di NTT.
Kuliah umum itu mengusung tema “Teknologi Digital untuk Ketahanan Pangan NTT: Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Swasembada Nasional”.
Sementara itu, Menko Pangan RI Zulkifli Hasan dalam pemaparannya menekankan pentingnya menempatkan rakyat sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional.
“Termasuk sawit yang kebun besar, dibuat inti plasma. Rakyat 80 persen. Pengusaha besar tidak boleh semua. Usaha rakyat, ownership itu rakyat, bukan konglomerasi,” katanya.
Menurut Zulkifli, pada era reformasi sistem ekonomi berubah menjadi pasar bebas sehingga pihak yang memiliki modal besar lebih mudah menguasai berbagai sektor ekonomi. Kondisi itu membuat masyarakat kecil kerap menjadi korban.
“Inilah yang dikembalikan, diluruskan oleh Pak Prabowo,” katanya.
Ia mengatakan penguatan kembali ekonomi rakyat dilakukan agar petani dan peternak memperoleh kesejahteraan lebih baik melalui swasembada pangan dan pemberdayaan masyarakat.
Zulkifli juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian. Menurutnya, penggunaan teknologi mampu memangkas biaya produksi dan meningkatkan efisiensi kerja petani.
“Kalau panen padi itu memerlukan tenaga manusia 24 orang satu hari, kalau teknologi satu hari 24 hektare,” ujarnya.
Pemanfaatan teknologi, lanjut dia, tidak hanya untuk panen, tetapi juga mencakup pemupukan dan penyiraman menggunakan drone serta teknologi modern lainnya.
“Saya mendukung kampus ini mengembangkan kampus IT,” katanya.
Ia juga menyinggung kebijakan pemerintah terkait kredit usaha rakyat yang diarahkan memiliki bunga lebih rendah agar masyarakat kecil lebih mudah mengakses pembiayaan usaha.
“Hampir di setiap perkampungan ada kredit Mekar dengan bunga 24 persen. Saat ini arahan Presiden, pengajuan kredit oleh rakyat maksimal 8 persen bunga,” katanya.
Reporter: Emanuel Boli
Tidak ada komentar:
Posting Komentar