Kasus Ijazah Palsu Jokowi Babak Belur Program TV Di Kambing Hitamkan

Redaksi
Januari 03, 2026 | Januari 03, 2026 WIB Last Updated 2026-01-03T15:43:51Z
Jakarta,detiksatu.com --Saat penulis memenuhi undangan program TV di salah satu stasiun TV nasional, sang produser sekaligus host program mengungkap dirinya difitnah karena berulang kali menayangkan program dengan tema ijazah palsu Jokowi. Bukan hanya dirinya, bahkan sang pemilik TV juga dituduh terlibat mendiskreditkan Jokowi melalui program TV yang diproduksi.

Host dari program TV nasional lainnya berujar:

"Bang AK, selama ini kami berimbang. Program kami selalu menghadirkan dua kubu. Bahwa pada akhirnya, kubu Roy Suryo cs. yang lebih piawai dan mendominasi opini, itu soal lain," ungkapnya.
Jika diikuti sejumlah program TV yang membahas kasus ijazah palsu Jokowi, kubu Roy Suryo cs. memang mendominasi opini. Hal ini bisa kita simak baik di program Head to Head (CNN TV), Rakyat Bersuara (INews), Apa Kabar Indonesia Pagi/Malam (TV One), Kompas Pagi/Petang/Malam (Kompas TV), Bola Liar (Kompas TV), Catatan Demokrasi (TV One), Dua Sisi (TV One), Interupsi (I News), Hot Room (Metro TV), hingga program investigasi seperti INews File (INews TV), Dipo Investigasi (Kompas TV), termasuk program digital seperti One Point with Adisty Larasati hingga program terpopuler pada masanya yaitu Indonesia Lawyers Club (yang saat ini hanya tayang di YouTube).

Kemenangan opini kubu Roy Suryo cs. didukung oleh argumentasi yang kuat dan variasi komunikasi yang mudah dipahami rakyat. Sementara kubu Jokowi hanya mengulang-ulang pernyataan yang menjemukan, komunikasi yang berbelit-belit hingga sulit untuk dipercayai sebagai sebuah kebenaran.

Sadar ada kekalahan basis argumentasi, bukannya memperkuat kekurangan tapi kubu Jokowi justru menyerang media yang menayangkan program seputar ijazah palsu Jokowi. Tercatat sudah terlalu banyak komplain terbuka narsum kubu Jokowi pada TV yang disampaikan secara tidak elok.

Bahkan pada kasus Rakyat Bersuara, kubu Jokowi memendam amarah ingin agar program yang dipimpin Aiman Witjaksono itu dibubarkan. Hanya saja, pada saat yang bersamaan, mereka selalu hadir dan bersemangat memenuhi studio INews TV saat program Rakyat Bersuara membahas kasus ijazah palsu.

Pendukung Jokowi sama dengan junjungannya. Sama-sama bodoh dan tak punya malu. Bodoh, karena menuntut pembungkaman program TV, padahal masalahnya adalah defisit akal kubu Jokowi. Tak punya malu, tetap hadir di program TV yang mereka sendiri menuntut agar dibubarkan.

Ada pun kebodohan Jokowi adalah menganggap ijazahnya sudah dibuktikan asli. Sehingga, dia mengedarkan wacana akan memaafkan 12 orang terlapor kecuali 3 nama. Tak punya malu, karena memaafkan sesuatu yang tidak pernah meminta maaf dan tak pernah dibuktikan bersalah.

Jika Jokowi jujur dan punya malu, dia semestinya yang meminta maaf kepada seluruh rakyat karena kasus ijazah palsunya. Walaupun sulit diingkari, keyakinan besarnya rakyat tak akan memberikan maaf atas berbagai kebohongan Jokowi selama 10 tahun merusak negeri ini. 

Tuntutan pembungkaman media hanyalah upaya untuk menutupi kekalahan telak kubu Jokowi. Dalam konteks pertarungan opini, kubu Jokowi babak belur.

Mereka hanya mau menjadikan media sebagai kambing hitam. Padahal media hanya menjembatani pertarungan ide dan argumentasi. Ibarat sajian pertunjukan, media hanya menyediakan panggung.

"Jangan salahkan lantai yang licin, jika kamu tak pandai menari," begitu ungkap Bang Karni Ilyas dalam salah satu unggahan Twitter-nya (sekarang akun X). []

Sumber: Ahmad Khozinudin, SH
Advokat 

Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi & Aktivis
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kasus Ijazah Palsu Jokowi Babak Belur Program TV Di Kambing Hitamkan

Trending Now