Anggota DPR RI Dorong Kolaborasi NU dan Muhammadiyah Untuk Bersinergi Kembangkan UMKM dan Perkuat Ekonomi Umat

Maret 28, 2026 | Maret 28, 2026 WIB Last Updated 2026-03-28T00:49:03Z
Jakarta,  detiksatu.com || Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menegaskan pentingnya kolaborasi antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dalam upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi umat di Indonesia. 

Kedua organisasi masyarakat (ormas) Islam terbesar di Tanah Air tersebut dinilai memiliki potensi besar yang dapat disinergikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.

Hendry menyampaikan bahwa peran strategis NU dan Muhammadiyah selama ini tidak hanya terbatas pada bidang keagamaan, tetapi juga telah merambah berbagai sektor sosial dan ekonomi melalui jaringan amal usaha yang luas dan tersebar di seluruh Indonesia.
“NU dan Muhammadiyah memiliki basis massa yang besar serta jaringan yang kuat hingga ke tingkat akar rumput. Ini menjadi kekuatan luar biasa jika disatukan dalam upaya pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Hendry dalam keterangannya di Jakarta,  (27/3/2026).

Sebagai anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pariwisata, ekonomi kreatif (ekraf), serta perindustrian, Hendry menilai bahwa keempat sektor tersebut merupakan pilar utama dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Kebetulan saya di Komisi VII, yang membidangi UMKM, pariwisata, ekraf, dan perindustrian. Keempat bidang ini adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mudah-mudahan dengan kolaborasi nantinya, saya dapat berkontribusi mengembangkan ekonomi umat bersama NU dan Muhammadiyah,” tuturnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Hendry saat melakukan kunjungan silaturahmi dengan pimpinan wilayah NU dan Muhammadiyah di Provinsi Riau. Dalam pertemuan tersebut, ia berdiskusi secara langsung dengan jajaran pengurus PW Nahdlatul Ulama Riau dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau terkait berbagai program pelayanan umat, khususnya dalam bidang ekonomi.

Menurut Hendry, dialog dan silaturahmi dengan para tokoh dan organisasi masyarakat menjadi bagian penting dari tugas anggota DPR RI dalam menyerap aspirasi publik.

Aspirasi tersebut nantinya akan menjadi bahan perjuangan dalam proses legislasi maupun pengawasan di parlemen.
“Silaturahmi ini penting karena sebagai anggota DPR RI, sudah menjadi kewajiban kami untuk mengumpulkan berbagai aspirasi masyarakat yang akan diperjuangkan di Senayan,” jelasnya.

Ia menambahkan, momentum bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk mempererat hubungan sekaligus membangun kesamaan visi dalam mendorong kesejahteraan umat.
“Dalam rangka momentum Lebaran, sekalian kita menyempatkan berdiskusi banyak hal. Namun yang kita pertajam adalah bagaimana pengembangan ekonomi umat bisa dilakukan secara lebih konkret dan terarah,” katanya.

Lebih lanjut, Hendry berharap kolaborasi antara NU dan Muhammadiyah dapat diwujudkan dalam bentuk program nyata, seperti penguatan UMKM berbasis pesantren dan komunitas, pelatihan kewirausahaan, pengembangan industri halal, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pasar.

Ia juga menilai bahwa sinergi antarormas besar tersebut dapat menjadi contoh bagi elemen masyarakat lainnya dalam membangun kerja sama lintas organisasi demi kepentingan bersama.
“Jika NU dan Muhammadiyah bisa berjalan bersama dalam bidang ekonomi, dampaknya akan sangat besar. Ini bukan hanya soal organisasi, tetapi tentang bagaimana umat bisa semakin mandiri, produktif, dan sejahtera,” pungkasnya.

Dengan potensi sumber daya manusia yang besar serta jaringan kelembagaan yang solid, kolaborasi kedua ormas diharapkan mampu menjadi motor penggerak baru dalam memperkuat ekonomi nasional dari tingkat akar rumput.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Anggota DPR RI Dorong Kolaborasi NU dan Muhammadiyah Untuk Bersinergi Kembangkan UMKM dan Perkuat Ekonomi Umat

Trending Now