Gayo Lues.detiksatu.com || Penanganan pascabencana di Kabupaten Gayo Lues kembali menuai sorotan. Lambannya respons Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas dan keselamatan masyarakat, terutama di wilayah yang akses jembatannya rusak.Sorotan itu disampaikan oleh tokoh masyarakat yang dikenal dengan sebutan Mafia Ucak. Ia menilai pemerintah daerah belum menunjukkan langkah cepat dan terukur dalam menghadirkan solusi darurat bagi warga yang terdampak.
Menurutnya, jembatan di kawasan Pintu Rime serta beberapa titik lainnya hingga kini belum mendapatkan penanganan yang memadai, meski kerusakan telah berlangsung selama beberapa bulan.Sudah berbulan-bulan masyarakat menunggu, tapi jembatan darurat belum juga dibangun secara layak. Jangan terlalu lelet menangani bencana. Ini bukan kondisi normal, Mafia Ucak kepada awak media Senin ( 30/03/2026 )
Akibat belum adanya jembatan yang bisa dilalui dengan aman, warga terpaksa mencari alternatif dengan menyeberangi sungai. Kondisi ini semakin berisiko saat musim hujan, ketika debit air meningkat dan arus menjadi lebih deras.Untuk membeli kebutuhan saja masyarakat harus bertaruh nyawa. Apalagi kalau ada yang sakit, terpaksa diantar menyeberangi sungai. Ini sangat berbahaya,tambahnya.
Ia juga menyoroti fokus pemerintah daerah yang dinilai masih berkutat pada program normalisasi, sementara kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan belum tertangani.
"Jangan hanya asyik kerja normalisasi. Pikirkan juga jembatan darurat untuk akses masyarakat. Ini soal keselamatan, pengamat menilai, dalam situasi darurat, langkah cepat dan tepat menjadi kunci utama. Pembangunan jembatan darurat seharusnya dapat menjadi solusi jangka pendek guna memastikan akses masyarakat tetap berjalan, sembari menunggu pembangunan permanen," tegasnya.
Mafia Ucak berharap pemerintah daerah melalui BPBD segera mengambil tindakan konkret dan mempercepat penanganan infrastruktur yang rusak. Kehadiran pemerintah di tengah bencana dinilai bukan hanya dari perencanaan, tetapi juga dari kecepatan realisasi di lapangan.Jika kondisi ini terus berlarut, bukan hanya aktivitas warga yang terganggu, tetapi juga risiko keselamatan yang harus ditanggung masyarakat setiap hari.
Reporter : Dir