Gunakan Jalan Kecil Samping SPBU Aek Loba, Modus Pelangsir BBM Ada Dugaan Pembiaran Aparat

April 05, 2026 | April 05, 2026 WIB Last Updated 2026-04-05T11:54:55Z
Asahan, detiksatu.com || Dugaan praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU 14.212.278 Aek Loba kini semakin terang benderang. Kelompok mahasiswa secara spesifik menyoroti sebuah titik yang diduga kuat menjadi pusat aktivitas ilegal "suling" BBM, yakni di sebuah jalan kecil tepat di samping SPBU tersebut.

Temuan krusial ini diungkap oleh perwakilan mahasiswa berinisial R s, setelah pihaknya melakukan penelusuran mendalam dan observasi langsung di lapangan. Lokasi tersebut diidentifikasi sebagai jalur utama keluar-masuk para pelangsir sekaligus tempat penampungan BBM dalam skala besar.

Modus Jalan Kecil dan Rumah Warga

Kepada awak media pada minggu (5/4/2026), R s membeberkan bagaimana praktik tersebut berjalan rapi namun sistematis. Menurutnya, akses jalan kecil di samping SPBU sengaja dimanfaatkan agar aktivitas pemindahan BBM tidak terpantau mencolok dari area utama atau jalan lintas.

“Lokasinya sangat jelas, di jalan kecil samping SPBU Aek Loba. Di situlah aktivitas 'suling' terjadi. BBM diisi menggunakan sepeda motor secara berulang kali (melangsir), lalu dibawa masuk ke sebuah rumah warga untuk dipindahkan ke dalam jerigen,” tegas R s.

Ia menambahkan bahwa pergerakan pelangsir yang bolak-balik dalam frekuensi tinggi menjadi indikasi kuat adanya praktik ilegal yang terorganisir dengan rapi.

Dugaan Pembiaran dan Lemahnya Pengawasan

Keberadaan lokasi penampungan yang hanya berjarak beberapa meter dari area SPBU memicu kecurigaan besar dari pihak mahasiswa. Mereka menilai mustahil jika pihak manajemen SPBU maupun pengawas setempat tidak mengetahui aktivitas yang berlangsung rutin tersebut.

Kalau lokasinya hanya hitungan meter dari SPBU, sangat tidak masuk akal jika tidak diketahui. Kami patut menduga ada keterlibatan oknum atau minimal pembiaran yang disengaja di sini,” lanjutnya.

Desak Penggerebekan dan Penutupan SPBU

Berdasarkan temuan tersebut, para mahasiswa secara tegas melayangkan dua tuntutan utama kepada pihak berwenang:

1.Polda Sumatera Utara: Segera turun ke lapangan dan melakukan penggerebekan di titik lokasi yang telah diidentifikasi guna menangkap para aktor di balik praktik mafia BBM ini.

2.Pertamina: Mengambil tindakan administratif tegas dengan menutup total operasional SPBU 14.212.278 Aek Loba untuk keperluan evaluasi menyeluruh dan pembersihan praktik ilegal.

“Jangan tunggu kasus ini viral atau dampak kerugian masyarakat semakin besar. Lokasi sudah jelas, modus sudah terang. Kami minta SPBU itu ditutup sementara sampai semuanya dibersihkan,” tegas R s.

R s menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka bahkan mengancam akan membuka temuan-temuan lanjutan ke publik apabila tidak ada langkah konkret dari pihak kepolisian maupun Pertamina dalam waktu dekat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau hak jawab dari pihak manajemen SPBU Aek Loba maupun Pertamina terkait tuduhan serius yang disampaikan oleh kelompok mahasiswa tersebut.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gunakan Jalan Kecil Samping SPBU Aek Loba, Modus Pelangsir BBM Ada Dugaan Pembiaran Aparat

Trending Now