CITEUREUP ,DETIKSATU.COM || Seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan publik, Kantor Desa Sanja, Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor, justru menjadi sasaran kekecewaan warganya. Sejumlah warga Desa Sanja mengeluhkan buruknya pelayanan yang mereka terima, mulai dari proses administrasi yang berbelit hingga sikap aparat desa yang dinilai kurang profesional.
Keluhan ini muncul dari berbagai lapisan masyarakat yang merasa diabaikan dan dipersulit dalam mengurus berbagai keperluan administrasi kependudukan maupun surat-surat penting lainnya.
"Setiap kali mengurus surat, rasanya selalu dipersulit. Prosesnya lama, kadang petugasnya tidak ada di tempat, atau malah diminta datang lagi dan lagi dengan alasan yang tidak jelas," ungkap salah seorang warga Desa Sanja yang enggan disebutkan namanya, dengan nada kecewa.
Warga lainnya menyoroti kurangnya transparansi informasi terkait prosedur dan persyaratan yang dibutuhkan. Akibatnya, banyak warga harus bolak-balik karena ketidaktahuan informasi yang seharusnya bisa didapatkan dengan mudah.
"Padahal ini kantor desa, tempat kami mencari pelayanan dasar. Tapi yang ada malah kami merasa seperti dilempar sana-sini. Ini membuang waktu dan tenaga kami," tambah warga lain.
Dampak Buruk Terhadap Masyarakat
Buruknya pelayanan ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga menghambat berbagai aktivitas dan hak-hak dasar masyarakat. Mulai dari pengurusan KTP, Kartu Keluarga, surat pindah, hingga surat keterangan usaha, semuanya terganjal oleh birokrasi yang lambat dan tidak efisien.
Warga berharap, pihak terkait, terutama Pemerintah Kabupaten Bogor, tidak menutup mata terhadap keluhan ini. Pelayanan publik yang baik adalah hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi oleh pemerintah desa.
TUNTUTAN PERBAIKAN: Aparat Desa Didesak Profesional dan Responsif
Masyarakat Desa Sanja mendesak agar Kepala Desa dan seluruh jajaran aparat desa segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan. Profesionalisme, responsivitas, dan transparansi adalah kunci untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
"Kami minta agar ada perbaikan serius. Petugas harus lebih sigap, ramah, dan transparan. Jangan sampai kantor desa yang seharusnya melayani, justru menjadi tembok penghalang bagi warganya sendiri," tegas perwakilan warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kantor Desa Sanja terkait keluhan warganya. Namun, suara kekecewaan ini menjadi alarm keras bagi perbaikan kualitas pelayanan publik di tingkat desa.

