Foto: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kupang Komisariat IPPERTATEK (ist.)
Kupang, detiksatu.com II Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kupang Komisariat IPPERTATEK kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kualitas kader.
Salah satunya, melalui penyelenggaraan Tri Sports Tournament IPPERTATEK Sports 2026 yang berlangsung pada 29 Maret hingga 5 April 2026 di Kupang.
Ketua HMI Cabang Kupang Komisariat IPPERTATEK, Mukhlis Junaidin Laan, kepada detiksatu, Rabu (1/4/2026), menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan kesadaran kolektif kader di tengah dinamika zaman yang terus berubah.
Turnamen mempertandingkan lima cabang lomba, yakni e-sport (Mobile Legends), catur, tenis meja, futsal, dan badminton. Pertandingan digelar di tiga lokasi berbeda, yaitu GCF, Lapangan Badminton Aqifah Alak, serta Lapangan Futsal Poltekkes Kupang.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan sistem turnamen, mulai dari tahap pendaftaran, penyusunan jadwal, hingga babak final.
Antusiasme peserta yang berasal dari pengurus, anggota, senior, hingga alumni HMI terlihat tinggi. Dukungan moral antarkader turut menciptakan suasana kompetisi yang sehat, sportif, dan penuh kekeluargaan.
Mukhlis menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pembinaan kader agar lebih adaptif dan visioner. Menurutnya, arah kaderisasi tidak lagi bersifat parsial, melainkan menyeluruh.
“Kami ingin memastikan kader HMI tidak hanya kuat dalam ruang diskusi, tetapi juga tangguh dalam praktik kehidupan nyata, termasuk aspek fisik, emosional, dan digital,” ujarnya.
Ia menambahkan, turnamen ini diharapkan mampu melahirkan bakat kader di berbagai cabang olahraga sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam kompetisi yang lebih luas di Nusa Tenggara Timur.
Menurut Mukhlis, perpaduan olahraga konvensional dan e-sport dinilai sebagai simbol kemampuan HMI mengintegrasikan nilai tradisional dengan tuntutan modernitas.
“Dalam kerangka ideologis HMI, pembinaan kader merupakan proses integral yang menggabungkan aspek intelektual, spiritual, dan fisik secara utuh,” katanya.
Gagasan tersebut selaras dengan visi pendiri HMI, Lafran Pane, yang menempatkan kader sebagai subjek perubahan dengan keseimbangan antara keislaman dan keindonesiaan, serta antara pemikiran dan tindakan.
Mukhlis menilai kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang sehat bagi kader untuk membangun solidaritas di luar forum formal.
Menurutnya, olahraga tidak lagi dipandang semata sebagai aktivitas fisik, tetapi sebagai medium pembentukan karakter yang relevan dengan kehidupan sosial dan organisasi.
Di akhir kegiatan, kata dia, panitia akan memberikan penghargaan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan semangat selama turnamen berlangsung.
"Keberhasilan utama kegiatan ini dinilai terletak pada tumbuhnya kesadaran kolektif kader akan pentingnya kebersamaan dalam semangat perjuangan berkelanjutan," pungkasnya.
Reporter: Emanuel Boli