NAGEKEO, DETIKSATU.COM || Jembatan kayu darurat Pomekeke yang berada di ruas jalan Aeramo-Nangadhero menuju pelabuhan Maropokot, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini nyaris ambruk.
Kondisi jembatan darurat tersebut dibangun menggunakan gelegar beton dan susunan balok kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Kepala Desa Aeramo, Dominggus Biu Dore, kepada detiksatu.com, Rabu (20/5/2026) mengatakan, kondisi jembatan menuju pelabuhan Marapokot semakin parah, akibat kendaraan roda empat yang melewati dengan kapasitas muatan lebih dari 2 ton.
“Jembatan Pomakeke ini sudah hampir 5 tahun lebih belum ada perhatian serius dari Pemkab Nagekeo maupun Pemprov NTT. Jika jembatan utama Pomakeke ini lumpuh, maka masyarakat dan pelaku usaha kecil yang berada di tiga desa yakni, Desa Aeramo, Desa Nangadhero dan Desa Maropokot yang ada di Kecamatan Aesesa akan lumpuh total,"tegasnya.
Menurutnya, ruas jalan dan jembatan Pomakeke itu merupakan domainnya pihak Pemprov NTT. Tapi tidak terlepas dari kepedulian dan inisiatif Pemda Nagekeo, karena ini menyangkut keselamatan masyarakat Nagekeo.
“Setelah ada korban 2 tahun lalu, saat itu ada kunjungan kerja Gubernur NTT bersama rombongannya, DPRD Kabupaten dan DPRD Provinsi melewati jembatan Pomakeke, namun sampai saat ini belum ada sentuhan dari Pemda Nagekeo maupun Pemprov NTT,”ujarnya.
Selain itu, Ia juga mengatakan disaat musim hujan sangat berbahaya bagi para petani, dan pengendara roda dua maupun roda empat, mereka sangat khawatir dan berhati-hati saat melewati jembatan tersebut.
"Tahun-tahun sebelumnya kami pernah menyampaikan kondisi jembatan ini kepada pihak Pemkab Nagekeo melalui Dinas PUPR Nagekeo, namun jawabannya, ini tanggung jawab pihak Dinas PUPR Provinsi NTT,"kata Dominggus.
Dominggus Biu berharap Pemprov NTT segera mengalokasikan anggaran perbaikan jembatan permanen melalui APBD Provinsi demi keselamatan dan kelancaran mobilitas warga ketiga desa ini terutama petani. ***(Stef).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar