NAGEKEO, DETIKSATU.COM || Ruas Jalan menuju Desa Nagerawe kini semakin memburuk. Janji Pemda Nagekeo tinggal wacana. Desa Nagerawa ini terletak di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ngada.
Selama bertahun-tahun, warga desa ini merasa hidup seperti di era penjajahan, yang seakan-akan belum merdeka, karena keluhan mereka terhadap infrastruktur jalan yang rusak tak kunjung ditanggapi oleh Pemerintah Daerah Nagekeo.
Saat memasuki Desa Olakile menuju Nagerawe, pengendara roda dua maupun roda empat disuguhi “lukisan indah alami” di sepanjang jalan terdapat genangan air, pengausan, retakan, dan deformasi jalan yang parah.
Warga setempat mengatakan bahwa kondisi ini sudah berlangsung puluhan tahun tanpa perhatian dari pihak yang berwenang.
Menurut warga setempat Emanuel, kondisi ruas jalan yang buruk ini sudah berulang kali diusulkan kepada Pemda Nagekeo, tetapi belum mendapatkan respons.
“Jalan ini belum pernah mendapatkan perhatian hingga saat ini. Apalagi di musim hujan, masyarakat yang bepergian ke pasar di Ibu Kota Kecamatan Boawae harus turun dan mendorong mobil di titik-titik rawan karena jalan penuh batu, licin, dan berlubang,”ujar Emanuel kepada detiksatu.com pada Jumad, (22/5/2026).
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa saat ini Pemda Nagekeo belum bisa mengalokasikan anggaran melalui APBD karena adanya efisiensi keuangan.
Namun, berdasarkan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam), perbaikan jalan ini baru masuk sebagai prioritas kedua pada tahun 2026.
Emanuel berharap pemerintah daerah bisa mencari solusi lain, seperti mengajukan bantuan dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat.
“Kalau dibiarkan terus seperti ini, sampai kapan penderitaan masyarakat Nagerawe akan berakhir?” tegasnya.
Mayoritas warga Desa Nagerawe bekerja sebagai petani, peternak, dan pengusaha lokal. Namun, kondisi jalan yang buruk menjadi penghambat besar bagi mereka untuk mengangkut hasil pertanian dan peternakan ke pasar.
Selain itu, Hila seorang petani muda, juga mengungkapkan kekhawatirannya. Ia menegaskan bahwa infrastruktur jalan yang buruk berdampak langsung pada pendapatan ekonomi masyarakat.
“Salah satu faktor utama yang menunjang perekonomian adalah infrastruktur jalan yang layak. Kalau tidak segera diperbaiki, masyarakat tidak akan pernah mencapai kesejahteraan,”ujar Hila.
Masyarakat Serawe Uluwena dan sekitarnya berharap agar Pemda Nagekeo segera menjadikan perbaikan ruas jalan Olakile-Nagerawe sebagai prioritas utama.
Mereka menegaskan bahwa akses jalan yang memadai sangat penting untuk meningkatkan taraf hidup dan memutus mata rantai kemiskinan di Desa Nagerawe. *(Stef)*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar