Kenaikan Yesus Kristus merupakan peristiwa iman Kristen ketika Yesus terangkat ke surga secara fisik di hadapan murid-murid-Nya, 40 hari setelah perayaan Paskah. Peristiwa tersebut dicatat dalam Perjanjian Baru Alkitab dan diperingati setiap tahun pada hari Kamis oleh umat Kristiani di seluruh dunia.ungksp basani kepada wartawan pada (20/5/26)
Dalam peringatan Kenaikan Yesus Kristus, umat Kristen melaksanakan berbagai kegiatan spiritual dan sosial, seperti ibadah atau misa kudus, refleksi iman, doa bersama, kegiatan sosial, hingga mempererat kebersamaan bersama keluarga.
“Hari ini kita memperingati Kenaikan Yesus Kristus ke surga, sebuah peristiwa penuh kemuliaan yang mengingatkan kita bahwa karya keselamatan Tuhan sempurna dan nyata,” ujar Jungjung Basani.
Ia menjelaskan, kenaikan Yesus Kristus ke surga bukanlah meninggalkan umat-Nya, melainkan membawa janji pengharapan, penyertaan, dan kehidupan kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.
“Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka,” ungkap Jungjung mengutip Kisah Para Rasul 1:9.
Usai mengikuti ibadah di Gereja Kristen Bersinar Semper, Jakarta Utara, Jungjung menyampaikan bahwa peristiwa kenaikan Tuhan mengajarkan umat untuk tetap setia dalam iman, hidup dalam kasih, dan menjadi terang bagi sesama.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Kenaikan Yesus Kristus memiliki makna penting dalam kehidupan bermasyarakat, seperti penguatan semangat damai, kasih, persatuan, serta penghormatan terhadap keberagaman.
Ia juga mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk terus menjaga keseimbangan antara komitmen beragama dan semangat kebangsaan dalam pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Para ASN Kemenag diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjaga keseimbangan antara komitmen beragama dan semangat kebangsaan,” imbuhnya.
Pada momentum tersebut, Jungjung mengajak umat Kristiani untuk terus memperkuat iman serta berperan aktif menjaga persatuan dan kedamaian di tengah masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi dan saling menghormati.
“Kita tidak hanya merayakan secara seremonial, tetapi juga menghidupi makna kenaikan Kristus dalam tindakan nyata yaitu membangun kerukunan dan kedamaian bersama,” pungkas Jungjung Basani.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar