ENDE, DETIKSATU.COM || Proyek pembangunan ruang kelas SMKN 6 Ende di kampung Wolobheto, Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan fasilitas belajar hingga kini belum juga terealisasi alias mangkrak tanpa kepastian dan memicu keresahan dari masyarakat sekitar.
Kondisi proyek yang mangkrak tersebut akhirnya mendapatkan perhatian serius dari Fraksi Partai Golkar (FPG) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende.
Setelah lama dinilai tanpa kejelasan, Ketua Fraksi Golkar Megy Sigasare angkat bicara dan mendesak pihak terkait segera memberikan penjelasan.
Menurut Megy fasilitas pendidikan adalah kebutuhan dasar yang tak boleh diabaikan, apalagi menyangkut kenyamanan dan keselamatan siswa saat belajar.
“Ini bukan sekedar proyek fisik, akan tetapi menyangkut masa depan anak-anak bangsa. Kami akan meminta dinas terkait segera menjelaskan kendala yang terjadi dan memastikan pembangunan bisa segera dilanjutkan,”ujar Magy Sigare kepada detiksatu, Sabtu (16/5/2026).
Selanjutnya, terkait mangkraknya pembangunan 3 ruang kelas SMKN 6 TA 2015/2016 dengan sumber Dana DAK APBN, harus ditelusuri penggunaan dana DAK APBN.
“Apakah dananya kembali ke kas daerah ataukah habis dipakai? apalagi saat tahun 2015/2016 adalah tahun peralihan urusan sekolah-sekolah SMA-SMK ke provinsi,”katanya.
Megy Sigasare mengatakan akan minta keterangan dari Dinas P & K, karena tahun tersebut urusan SMA-SMK masih urusan daerah. Dan tentunya kami akan agendakan untuk minta perhatian dalam hal ini Dinas P & K Provinsi NTT agar mendapatkan perhatian serius.
“Bagaimanapun, dengan mangkraknya pembangunan kelas di SMKN 6 Detukeli membuat siswa-siswi kehilangan akses ke fasilitas ruang kelas untuk proses belajar mengajar,”pungkasnya.
Dengan sorotan dari Ketua Fraksi Golkar DPRD Ende dan masyarakat, harapannya pihak terkait segera merespon dan menindaklanjuti proyek pembangunan ruang kelas tersebut, agar kualitas pendidikan di SMKN 6 Detukeli dapat segera membaik.***(Stef)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar