Kapuas Hulu, detiksatu.com || Pembangunan gedung perpustakaan dan WC di SDN 05 PB Penai, Desa Penai, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, menjadi perhatian masyarakat. Proyek fasilitas pendidikan yang bersumber dari dana pemerintah tersebut diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi.
Kondisi bangunan yang belum selesai namun sudah tampak mengalami kerusakan memicu sorotan warga setempat. Berdasarkan pantauan di lokasi pada 15 Mei 2026, sejumlah bagian bangunan terlihat memprihatinkan dan dinilai tidak layak digunakan untuk menunjang kegiatan belajar siswa.
Beberapa temuan di lapangan antara lain struktur bangunan yang tampak hanya menggunakan penyangga kayu berukuran kecil, tangga semen yang belum rampung, hingga akses masuk sementara berupa papan kayu yang dinilai membahayakan keselamatan.
Selain itu, bagian dinding dan lantai terlihat belum dikerjakan secara maksimal. Area bawah bangunan juga dibiarkan terbuka tanpa pengaman, sementara sisa material proyek masih berserakan di sekitar lokasi.
Narasumber warga setempat, Bang Man, mengungkapkan adanya dugaan pengalihan pengelolaan dana pembangunan yang seharusnya diperuntukkan langsung bagi pihak sekolah.
“Dana dari pusat itu informasinya langsung PL untuk kepala sekolah, tapi dialihkan lagi ke dinas dan kontraktor Rocky,” ujarnya kepada awak media.
Pernyataan tersebut memunculkan dugaan adanya permainan dalam pelaksanaan proyek pembangunan fasilitas sekolah tersebut. Warga pun meminta pemerintah daerah dan aparat terkait segera melakukan pemeriksaan menyeluruh.
“Kalau benar anggaran sudah dicairkan, masyarakat ingin tahu kenapa hasil bangunannya seperti ini. Jangan sampai fasilitas untuk anak sekolah dijadikan proyek asal jadi,” kata salah seorang warga.
Masyarakat mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Hulu turun langsung ke lokasi guna melakukan audit terhadap kualitas pekerjaan, penggunaan anggaran, serta pihak pelaksana proyek.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut untuk memenuhi prinsip keberimbangan informasi sesuai kaidah jurnalistik.(Adi*ztc)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar