detiksatu.com

Iklan

Iklan

Mskaban Soroti Rencana Safari Politik Jokowi Keliling Indonesia

Redaksi
Jumat, 22 Mei 2026 | Jumat, Mei 22, 2026 WIB Last Updated 2026-05-22T11:43:40Z
Bogor,detiksatu.com || wakil ketua dewan syuro partai ummat Mskaban menilai rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo untuk berkeliling Indonesia pada Juni 2026 sebagai sinyal persaingan politik. Langkah tersebut dipandang sebagai upaya konsolidasi kekuatan menjelang kontestasi politik untuk putra dan mantunya , ungkap Mskaban kepada wartawan pada (22/5/26)

Sebelumya, Pihak Projo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengonfirmasi agenda kunjungan tersebut. Mskaban menganggap strategi mengaitkan diri dengan tokoh besar sebagai hal lumrah guna meningkatkan kepercayaan diri dalam lingkup persaingan politik, katanya "'

"Banyak yang melihat ini sebagai genderang kompetisi," ujar Mskaban, wakil ketua dewan syuro partai ummat '

Ia menambahkan bahwa fenomena saling klaim dukungan figur dalam dunia politik merupakan praktik yang wajar. Menurutnya, hal tersebut secara psikologis mampu memperkuat kesanggupan diri para pendukungnya.

"Sejauh yang saya tahu, klaim mengklaim dalam politik, itu hal yang biasa saja. Secara psikologis itu bisa menumbuhkan rasa percaya dan kesanggupan diri," kata mskaban',

Kunjungan ini diprediksi memiliki nuansa berbeda karena Jokowi kini diposisikan sebagai pembina PSI atau Projo. Mskaban menekankan bahwa aktivitas tersebut kini lebih mengarah pada pencarian dukungan suara pemilih.


Keliling kali ini akan dipahami sebagai bagian konsolidasi partai, sebagai upaya persiapan berebut suara untuk partai," ungkap mskaban

Mengenai pengaruh Jokowi di mata masyarakat saat ini, Mskaban memberikan catatan terkait efektivitas figur mantan pejabat. Ia berpendapat bahwa seiring berjalannya waktu dan posisi yang tidak lagi menjabat, daya tarik seorang tokoh cenderung menyusut.

Wakil ketua dewan syuro partai ummat Mskaban,juga mengatakan, Selain faktor posisi dan jarak waktu yg menurunkan efek pengaruh, literasi politik masyarakat juga meningkat. Masyarakat biasanya dapat info lebih objektif saat seorang tokoh tidak lagi menjabat," ujarnya,

Kenaikan literasi politik dinilai membuat publik lebih selektif dan tidak mudah terombang-ambing oleh pengaruh figur tertentu secara mutlak. 

Saat ini, PSI dilaporkan tengah melakukan persiapan teknis untuk memfasilitasi rangkaian perjalanan tersebut di berbagai wilayah.
Dan ini bukan kepentingan partai melainkan kepentingan anak cucunya.

Gugatan tersebu terus mencuat lantaran ijazah Jokowi belum juga ditunjukkan secara langsung ke publik maupun di persidangan, tapi justru PSI menjadikan Jokowi sebagai pembina partai PSI, sangat di sayangkan sekali.

Sambung Dokter Tifa: bagi saya, ini bukan sekadar perkara satu lembar ijazah. Ini adalah pelajaran besar tentang bagaimana sebuah bangsa memperlakukan kebenaran, soal Jokowi mau keliling Indonesia demi PSI sah sah saja tapi saya sarankan tunjukkan ijazah ke publik dong, masa bawa dokumen penting, tapi tanpa ijazah, sangat memalukan sekali ujarnya,


Ia juga menambahkan, dalam negara yang sehat, kebenaran tidak boleh bergantung pada siapa yang paling berkuasa, siapa yang paling banyak pendukungnya, atau siapa yang paling keras membungkam pertanyaan.

Kebenaran harus sanggup berdiri di ruang terang. Ia harus dapat diperiksa. Dan harus dapat diuji. Ia harus dapat dipertanggungjawabkan, jangan asal besarkan partai PSI tanpa ijazah  

Indonesia negara hukum, status pendidikan harus jelas ketika terjun ke dunia politik, tunjukkan ijazah ke publik, setelah itu bawa dokumen penting untuk keliling Indonesia,besarkan partai, tidak masalah. Pungkasnya 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mskaban Soroti Rencana Safari Politik Jokowi Keliling Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trending Now