Iklan

Pengacara Nasional Asal Papua Pegunungan Ajak Kelompok yang Terlibat Perang Suku Berdamai

Redaksi
Sabtu, 16 Mei 2026 | Sabtu, Mei 16, 2026 WIB Last Updated 2026-05-16T12:48:05Z
Jakarta,detiksatu.com || Sampai kapan tanah Papua Pegunungan Terus dibasahi darah dan air mata akibat perang suku yang terus menerus terjadi di tanah Papua, kata Michael Himan kepada wartawan pada (16/5/26)

Ia juga mempertanyakan, Sampai kapan nyawa manusia Papua dijadikan alat kepentingan dan lahan bisnis? Satu nyawa manusia Papua sangat berharga dan tidak bisa ditukar dengan uang, jabatan, ataupun kepentingan kelompok tertentu. Setiap korban wajib diselesaikan melalui proses hukum yang tegas dan adil agar para pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya.tegas Michael Himan,"

"Hari ini konflik tidak lagi sekadar soal harga diri atau penyelesaian adat. Tuntutan “bayar kepala” hingga miliaran rupiah perlahan menjadikan perang sebagai ladang keuntungan bagi pihak-pihak tertentu.ujarnya."

Ia menegaskan , Jika keadaan ini terus dibiarkan, maka rakyat kecil akan terus menjadi korban demi kepentingan politik ,segelintir orang.katanya",

"Akibat perang suku yang terus terjadi, Papua Pegunungan hari ini bukan hanya mengalami krisis keamanan, tetapi juga kelumpuhan ekonomi yang sangat serius. 

Aktivitas pasar terganggu, para pedagang takut berjualan, masyarakat sulit mencari nafkah, transportasi menjadi tidak aman, harga kebutuhan pokok semakin mahal, dan roda perekonomian masyarakat kecil perlahan mati.

Yang paling menderita adalah rakyat kecil. Mama-mama Papua kehilangan penghasilan untuk menghidupi keluarga. Anak-anak kehilangan kesempatan belajar karena rasa takut. Banyak masyarakat tidak bisa bekerja dengan tenang karena ancaman konflik yang sewaktu-waktu bisa pecah kembali.

 Jika kondisi ini terus berlangsung, maka Papua Pegunungan akan semakin tertinggal akibat konflik yang tidak pernah diselesaikan secara serius.

Kami dengan tegas meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk segera mengambil tindakan nyata, cepat, dan terukur.

" Pemerintah tidak boleh hanya menjadi penonton ketika masyarakat hidup dalam ketakutan dan ekonomi rakyat lumpuh. Jangan menunggu lebih banyak korban dan kehancuran sebelum bertindak.

Gubernur, DPRP, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan harus segera:

1 Memfasilitasi dialog damai antar pihak yang bertikai.

2.Menjamin keamanan masyarakat sipil dan pusat-pusat ekonomi rakyat.

3.Mengambil langkah khusus untuk memulihkan ekonomi masyarakat yang terdampak konflik.

4.Menindak tegas pihak-pihak yang memprovokasi dan mengambil keuntungan dari perang suku.

5.Mengutamakan penegakan hukum agar budaya balas dendam tidak terus diwariskan.

Kepada aparat TNI dan Polri, masyarakat menunggu tindakan nyata yang cepat, tegas, adil, dan persuasif untuk menghentikan konflik sebelum semakin meluas. Negara tidak boleh kalah oleh konflik sosial yang terus menghancurkan kehidupan rakyat kecil.

Kami juga menyerukan kepada seluruh tokoh adat, tokoh agama, intelektual, pemuda, dan masyarakat agar berhenti menyalakan api permusuhan. 

Jangan lagi membawa nama suku dan kelompok untuk membenarkan kekerasan. Tidak ada kemenangan dalam perang saudara, yang tersisa hanyalah duka, dendam, kemiskinan, dan kehancuran masa depan generasi Papua.

Papua Pegunungan membutuhkan kedamaian, pendidikan, pembangunan, dan kesejahteraan — bukan perang yang terus melumpuhkan kehidupan masyarakat.

Jangan wariskan perang kepada anak cucu kita.Wariskan tanah yang damai, aman, dan bermartabat.

“YOGOTAK HUBULUK MOTOK HANEROGO.”

Michael Himan 
-Dari Pemerhati kemanusiaan -M.H

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pengacara Nasional Asal Papua Pegunungan Ajak Kelompok yang Terlibat Perang Suku Berdamai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trending Now