Kemhan Tegaskan Pelatihan 4.000 ASN Jadi Komcad Tanpa Unsur Paksaan

Februari 27, 2026 | Februari 27, 2026 WIB Last Updated 2026-02-27T08:33:34Z
Jakarta, detiksatu.com || Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan) memastikan pelatihan terhadap 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadi Komponen Cadangan (Komcad) dilakukan tanpa unsur paksaan. 

Seluruh proses pendaftaran ditegaskan bersifat sukarela sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menegaskan bahwa program ini dilaksanakan berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (UU PSDN).
“Sekarang sudah masuk tahap registrasi dan pendaftaran sesuai dengan Undang-Undang tentang PSDN tahun 2019 Nomor 23. Itu sifatnya tetap menjadi bagian dari sukarela. Garis bawahi, syarat-syaratnya adalah sukarela,” kata Rico saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat,  (25/2/2026).

Ia menegaskan kembali bahwa tidak ada kewajiban ataupun tekanan terhadap ASN untuk mengikuti program tersebut. “Sehingga tidak ada unsur paksaan, kewajiban, dan sebagainya, tidak ada,” tambahnya.

Kuota Disesuaikan Jumlah ASN Tiap Instansi

Rico menjelaskan, kuota peserta yang akan mengikuti pelatihan Komcad disesuaikan dengan jumlah sumber daya manusia di masing-masing kementerian dan lembaga.

Penentuan kuota dilakukan secara proporsional agar tidak mengganggu kinerja instansi.
Sebagai ilustrasi, kementerian yang memiliki 1.000 pegawai dapat memperoleh kuota sekitar 50 orang. Sementara instansi dengan 500 pegawai kemungkinan hanya mendapatkan kuota sekitar 10 orang.
“Kuotanya disesuaikan dengan jumlah sumber daya manusia yang ada di situ,” ujarnya.

Dengan sistem tersebut, diharapkan distribusi peserta merata serta tidak membebani satu instansi secara berlebihan.

Seleksi Ketat dan Pertimbangan Kesehatan

Dalam proses pemenuhan kuota, Kemhan memastikan akan dilakukan seleksi terhadap para pendaftar. Seleksi bertujuan untuk memastikan peserta berada dalam kondisi fisik dan kesehatan yang memadai untuk mengikuti pelatihan dasar militer.

Peserta yang memiliki keterbatasan fisik yang berpotensi menghambat pelatihan tidak akan diloloskan. Adapun penentuan komposisi peserta berdasarkan gender, baik laki-laki maupun perempuan, diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing kementerian atau lembaga.

Peserta yang dikirim merupakan ASN yang telah mendaftar secara internal di instansinya masing-masing. Setelah itu, nama-nama tersebut akan diproses lebih lanjut secara administratif oleh Kemhan sebelum mengikuti pelatihan.

Dua Gelombang Pelatihan

Pelaksanaan pelatihan Komcad bagi 4.000 ASN ini akan dibagi menjadi dua gelombang. Masing-masing gelombang akan berlangsung selama satu setengah bulan.
“Pelaksanaan akan dilaksanakan selama dua gelombang. Tiap-tiap gelombang satu setengah bulan. Jadi gelombang pertama 2.000 orang, kemudian dilaksanakan satu bulan setengah. Dilanjutkan gelombang kedua 2.000 orang untuk satu bulan setengah berikutnya,” jelas Rico.

Dengan skema tersebut, total durasi pelatihan pada semester pertama 2026 diperkirakan berlangsung sekitar tiga bulan.

Pernyataan Menhan: ASN Dilatih Semester Pertama 2026

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memastikan bahwa sebanyak 4.000 ASN dari kementerian dan lembaga di Jakarta akan menjadi Komcad pada semester pertama 2026.
“Semester pertama 2026 ASN sudah mulai kita latih dan untuk semester pertama ini kita pusatkan di kementerian di Jakarta, kurang lebih 4.000 orang,” kata Sjafrie, (2/2/2026).

Pernyataan itu disampaikan Sjafrie saat memberikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia yang mengikuti retret di fasilitas Pusat Kompetensi Bela Negara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan di Cibodas, Rumpiang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/1/2026).

Menumbuhkan Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

Menurut Sjafrie, pelibatan ASN dalam Komcad bertujuan untuk memperkuat semangat bela negara di lingkungan birokrasi pemerintahan. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme dan rasa cinta tanah air dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.

Komponen Cadangan sendiri merupakan bagian dari sistem pertahanan negara yang dapat dimobilisasi untuk memperkuat Komponen Utama, yakni TNI, dalam menghadapi ancaman terhadap kedaulatan negara.

Melalui pelatihan ini, ASN tidak hanya dibekali pemahaman tentang pertahanan negara, tetapi juga kedisiplinan, kepemimpinan, serta kesiapsiagaan dalam situasi darurat.

Kemhan menegaskan bahwa keikutsertaan ASN dalam Komcad tidak mengubah status mereka sebagai pegawai sipil. Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka tetap menjalankan tugas di instansi masing-masing dan hanya akan dimobilisasi sesuai ketentuan undang-undang apabila negara memerlukan.

Dengan penegasan sifat sukarela dan mekanisme seleksi yang ketat, pemerintah berharap program ini dapat berjalan transparan serta mendapat dukungan luas dari kalangan ASN maupun masyarakat.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kemhan Tegaskan Pelatihan 4.000 ASN Jadi Komcad Tanpa Unsur Paksaan

Trending Now