Bangka-Belitung,detiksatu.com ||
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bangka mengambil langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal dengan mengajukan permohonan desain kemasan produk gula kelapa ke UPTD Rumah Promosi dan Kemasan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (24/2/2026).
Produk gula kelapa yang diberi merek dagang "Pulau 3" ini berasal dari pemanfaatan sekitar 600 pohon kelapa di kawasan Pantai SMSI Bangka, Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip. Saat ini, produksi yang dikelola oleh SMSI Bangka tersebut telah memberdayakan pekerja lokal dengan kapasitas produksi mencapai 25 kilogram gula kelapa dari hasil sadapan 70 liter air nira per hari dari 30 pohon kelapa yang baru dikerjakan
Ketua SMSI Bangka, Ahmad Wahyudi, mengungkapkan bahwa langkah pendaftaran merek dan pengembangan kemasan ini bertujuan agar produk hilirisasi nira kelapa ini memiliki daya saing, baik di pasar domestik maupun mancanegara.
"Kami berharap usaha yang baru berjalan beberapa bulan ini bisa membuahkan hasil maksimal. Dengan kemasan yang menarik dan profesional, gula kelapa 'Pulau 3' siap diperdagangkan secara lebih luas," ujar Ahmad Wahyudi saat berkunjung ke Kantor UPTD Rumah Promosi dan Kemasan.
Kedatangan pengurus SMSI Bangka disambut langsung oleh Kasi Pelayanan Teknis UPTD Rumah Promosi dan Kemasan, Zaldy, ST., M.Si. Dalam kesempatan tersebut, Zaldy memberikan apresiasi tinggi karena produk ini merupakan gula kelapa pertama yang mendaftarkan diri untuk pengembangan kemasan di kantornya.
"Kami sangat antusias dengan adanya home industry gula kelapa yang dikelola SMSI Bangka. Ini adalah langkah tepat dan sejalan dengan program hilirisasi yang dicanangkan Pemerintah Provinsi, khususnya dalam pengembangan potensi komoditas kelapa," tutur Zaldy.
Lebih lanjut, Zaldy menjelaskan bahwa pihak UPTD akan memberikan dukungan menyeluruh mulai dari desain visual, pemilihan bahan kemasan yang higienis, hingga penyesuaian label standar internasional. Hal ini dilakukan agar produk UMKM di Bangka Belitung tidak hanya unggul dari segi rasa, tetapi juga memiliki estetika dan standar keamanan pangan yang diakui global.
Sinergi antara komunitas media dan pemerintah daerah ini diharapkan menjadi pemantik bagi pelaku UMKM lain di Kabupaten Bangka untuk mulai memperhatikan aspek branding. Dengan kemasan yang lebih "indah" dan informatif, gula kelapa asal Desa Deniang optimis dapat menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan baru dari Bumi Serumpun Sebalai.{Ry}