Finlandia Tegaskan Dukungan Atas Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko, Sebagai Solusi Realistis Dalam Kerangka PBB

Maret 02, 2026 | Maret 02, 2026 WIB Last Updated 2026-03-02T12:39:06Z
Rabat, detiksatu.com || Pemerintah Finlandia menegaskan dukungannya terhadap rencana otonomi Sahara di bawah kedaulatan Maroko sebagai solusi paling layak dan realistis untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung lama di kawasan tersebut.

Penegasan ini tertuang dalam Komunike Bersama yang diadopsi di Rabat usai pertemuan antara Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita, dan Menteri Luar Negeri Finlandia, Elina Valtonen, yang tengah melakukan kunjungan resmi ke Maroko,  (01/03/2026).

Dalam komunike tersebut, Finlandia kembali menegaskan bahwa rencana otonomi yang diajukan Maroko merupakan kontribusi yang serius dan kredibel terhadap proses politik yang dipimpin oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Helsinki menilai, inisiatif tersebut dapat menjadi landasan kuat untuk mencapai solusi politik yang definitif, adil, dan dapat diterima oleh semua pihak yang terlibat dalam sengketa Sahara.

Dukungan terhadap Proses PBB

Kedua menteri juga menyambut baik diadopsinya Resolusi Dewan Keamanan PBB 2797 (2025) yang menegaskan pentingnya mencari solusi politik yang adil, langgeng, dan saling diterima.

Dalam pernyataan bersama itu, Finlandia dan Maroko menegaskan dukungan penuh terhadap upaya Sekretaris Jenderal PBB beserta Utusan Pribadinya dalam memfasilitasi dialog konstruktif antar pihak guna mencapai penyelesaian damai yang berkelanjutan.

Rencana otonomi yang diusulkan Maroko sejak 2007 memberikan kewenangan luas kepada wilayah Sahara dalam pengelolaan urusan lokal, termasuk bidang ekonomi, sosial, dan budaya, namun tetap berada dalam kerangka kedaulatan nasional Maroko. Pemerintah Maroko secara konsisten mempromosikan skema ini sebagai jalan tengah yang menjembatani tuntutan politik sekaligus menjaga stabilitas regional.

Dukungan Finlandia dinilai sebagai langkah diplomatik penting yang semakin memperkuat posisi internasional Maroko. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara di Eropa, Afrika, dan Timur Tengah telah menyatakan dukungan serupa terhadap pendekatan otonomi tersebut.

Dimensi Strategis Diplomasi

Secara strategis, dukungan Finlandia memiliki makna yang signifikan dalam konteks hubungan bilateral dan dinamika geopolitik kawasan Afrika Utara. Pertama, dukungan tersebut memperkuat legitimasi diplomatik Maroko di forum internasional. Kedua, hal itu mencerminkan adanya kecenderungan global yang semakin melihat otonomi sebagai solusi kompromi yang lebih realistis dibandingkan opsi separatisme yang berpotensi memicu ketidakstabilan baru.

Pengamat hubungan internasional menilai bahwa konsensus yang terus berkembang di antara negara-negara mitra Maroko akan meningkatkan peluang tercapainya solusi politik yang berkelanjutan di bawah kerangka PBB. Stabilitas di Sahara dipandang penting tidak hanya bagi Maroko, tetapi juga bagi keamanan kawasan Sahel dan Afrika Utara secara keseluruhan.

Apresiasi Dari Indonesia

Menanggapi perkembangan tersebut, Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), Wilson Lalengke, menyampaikan apresiasi atas sikap Finlandia.

Menurutnya, dukungan negara Nordik itu merupakan sinyal positif bagi perdamaian dan stabilitas kawasan.
“Langkah Finlandia mendukung otonomi Sahara di bawah kedaulatan Maroko adalah sinyal positif bagi perdamaian dan stabilitas kawasan. Persisma melihat ini sebagai bentuk dukungan internasional terhadap solusi yang realistis dan kredibel. Kami berharap semakin banyak negara lain mengikuti jejak Finlandia,” ujar Wilson Lalengke,  (02/03/2026) di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa dukungan internasional yang konsisten akan mempercepat terwujudnya penyelesaian damai yang telah lama dinantikan masyarakat Sahara.
Sorotan Terhadap Situasi Global

Dalam pernyataannya, Wilson Lalengke juga menyinggung dinamika global yang tengah diwarnai ketegangan geopolitik, khususnya konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

Ia berharap eskalasi konflik tersebut tidak semakin meluas dan mengganggu stabilitas internasional.
“Kami berharap perang yang dipicu oleh Israel-AS terhadap Iran segera berakhir. Dunia tidak boleh membiarkan konflik ini meluas dan menghancurkan harapan rakyat untuk hidup damai. Kami mendesak PBB untuk segera mengambil tindakan nyata dalam meredakan perang dan mengembalikan stabilitas internasional,” tegasnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan bahwa penyelesaian konflik regional, termasuk di Sahara, harus berjalan beriringan dengan upaya global menciptakan perdamaian dan stabilitas dunia.

Dengan semakin luasnya dukungan internasional terhadap rencana otonomi Maroko, peluang tercapainya kesepakatan politik yang adil dan berkelanjutan dinilai semakin terbuka.

Pemerintah Maroko menyatakan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan PBB serta seluruh mitra internasional guna mendorong dialog konstruktif dan solusi damai.

Pernyataan Finlandia di Rabat menjadi tonggak penting dalam proses tersebut, menegaskan bahwa otonomi di bawah kedaulatan Maroko dipandang sebagai solusi paling layak dalam kerangka hukum internasional dan resolusi PBB.

Seiring dorongan solidaritas internasional dan peran aktif PBB, harapan akan terwujudnya perdamaian permanen di Sahara tetap terjaga. Dukungan Finlandia bukan hanya memperkuat posisi diplomatik Maroko, tetapi juga memberikan sinyal bahwa komunitas internasional semakin condong pada solusi politik yang pragmatis, inklusif, dan berorientasi pada stabilitas jangka panjang.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Finlandia Tegaskan Dukungan Atas Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko, Sebagai Solusi Realistis Dalam Kerangka PBB

Trending Now