Sulsel, detiksatu.com II Jagat maya kembali digegerkan dengan beredarnya video aksi tidak terpuji yang memperlihatkan tindakan pengeroyokan fisik yang dilakukan oleh sekelompok wanita terhadap seorang korban wanita di daerah Luwu Utara Sulawesi Selatan, Video berdurasi singkat tersebut dengan cepat viral di media sosial, memicu gelombang kecaman dari warganet karena dianggap melampaui batas kemanusiaan.
Dalam rekaman video amatir tersebut, terlihat jelas korban tak berdaya dikerumuni dan mendapat perlakuan kasar—baik secara verbal maupun fisik—oleh beberapa orang pelaku. Tidak hanya meninggalkan luka fisik, insiden ini diduga kuat telah merusak mental korban secara signifikan, menyebabkan ketakutan ekstrem dan trauma mendalam.
Kekerasan berbasis kelompok atau pengeroyokan, apalagi yang dilakukan oleh sesama wanita, menunjukkan krisis empati yang memprihatinkan.
Apapun motif di balik kejadian tersebut—baik masalah asmara, kesalahpahaman, maupun isu sepele lainnya—tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan main hakim sendiri.
Dampak Mental yang Serius
Psikolog : 'pakar perilaku' menekankan bahwa dampak pengeroyokan tidak hanya pada lebam fisik, tetapi juga Psychological Distress yang berat. Korban dapat mengalami Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), rasa malu yang ekstrim, ketakutan untuk keluar rumah, hingga potensi depresi jangka panjang.
"Ini bukan sekadar pertengkaran biasa. Ini adalah tindakan intimidasi yang merendahkan martabat manusia. Pelaku harus sadar bahwa luka fisik bisa sembuh dalam hitungan hari, namun trauma mental bisa berbekas seumur hidup," ujar salah satu warga yang menyayangkan kejadian tersebut.
Pesan untuk Damai, Bukan Kekerasan
Insiden ini menjadi tamparan keras bagi norma sosial. Sangat diharapkan agar masyarakat, terutama kaum muda, dapat mengedepankan penyelesaian masalah melalui dialog, mediasi, atau jalur hukum yang berlaku, bukan dengan pengeroyokan yang brutal.
Aksi pengeroyokan adalah bentuk pengecut yang mencerminkan ketidakmampuan mengelola emosi. Tindakan tersebut justru merendahkan pelaku itu sendiri.
Langkah Hukum
Pihak kepolisian setempat diharapkan segera menindaklanjuti video yang beredar tersebut, melakukan identifikasi pelaku, dan memberikan perlindungan serta pendampingan psikologis kepada korban agar trauma yang dialami tidak berlarut-larut.
Pengeroyokan adalah tindak pidana serius. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya agar memberikan efek jera, sekaligus pesan kuat kepada masyarakat bahwa kekerasan, dalam bentuk apa pun, tidak memiliki tempat di lingkungan kita. ( AM)