Slogan “Lebak Ruhay” Dipertanyakan, Polemik Pernyataan Bupati Jadi Sorotan Publik

April 02, 2026 | April 02, 2026 WIB Last Updated 2026-04-01T22:04:58Z
Lebak,detiksatu.com II Slogan Lebak Ruhay yang selama ini menjadi identitas pembangunan Kabupaten Lebak kini menjadi sorotan publik. Nilai spiritualitas, kebersamaan, dan keharmonisan yang terkandung di dalamnya dinilai mulai dipertanyakan, menyusul polemik pernyataan Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, terhadap Wakil Bupati, Amir Hamzah. Rabu,(1/4/2926).

Pernyataan yang dinilai tidak pantas tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat. Sejumlah pihak menyayangkan sikap yang dianggap tidak mencerminkan kepemimpinan yang menjunjung tinggi etika serta nilai kebersamaan.

Ketua LSM DPD BIMPAR Indonesia Kabupaten Lebak, Said, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai, sikap pimpinan daerah seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.

 “Kalau pimpinannya saja saling menyindir atau berbicara tidak pantas, bagaimana masyarakat mau mencontoh? Slogan Lebak Ruhay itu seharusnya bukan hanya kata-kata, tetapi benar-benar dijalankan,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Rahmat Hidayat. Ia menegaskan bahwa komunikasi publik seorang kepala daerah memiliki dampak besar terhadap stabilitas pemerintahan dan kepercayaan masyarakat.

 “Pernyataan seorang pemimpin bukan hanya konsumsi pribadi, tetapi akan dinilai oleh masyarakat luas. Ketika komunikasi tidak dijaga, maka kepercayaan publik bisa menurun,” katanya.

Selama ini, slogan Lebak Ruhay dipahami sebagai semangat membangun daerah yang religius, harmonis, dan menjunjung tinggi persatuan. Namun, polemik yang terjadi di internal pimpinan daerah memunculkan persepsi di tengah masyarakat bahwa implementasi nilai tersebut belum berjalan optimal.

Masyarakat pun berharap polemik ini tidak berlarut-larut. Warga menginginkan kedua pimpinan daerah dapat menyelesaikan perbedaan secara dewasa melalui dialog terbuka.

 “Yang kami harapkan sederhana, pemimpin itu rukun. Kalau rukun, pembangunan juga akan berjalan baik,” tambah Said.

Pengamat menilai, langkah klarifikasi dan komunikasi terbuka sangat diperlukan untuk meredam polemik serta mengembalikan kepercayaan publik. Sinergi antara bupati dan wakil bupati juga dinilai krusial dalam memastikan program pembangunan berjalan efektif.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Hasbi Jayabaya maupun Amir Hamzah terkait polemik yang berkembang.

Publik kini menunggu langkah konkret dari kedua pimpinan daerah untuk membuktikan bahwa semangat Lebak Ruhay bukan sekadar slogan, melainkan benar-benar menjadi pedoman dalam menjalankan roda pemerintahan.

(Jul)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Slogan “Lebak Ruhay” Dipertanyakan, Polemik Pernyataan Bupati Jadi Sorotan Publik

Trending Now