Luwu Timur ,detiksatu.com || Proyek pembangunan Islamic Center (IC) Malili yang menelan anggaran mencapai Rp 43,6 miliar kini menjadi sorotan tajam. Bangunan yang seharusnya menjadi ikon kebanggaan dan pusat syiar keagamaan di Kabupaten Luwu Timur ini justru menunjukkan gejala kerusakan yang parah, padahal usianya belum genap dua tahun.
Fakta di lapangan yang dihimpun, Jumat (10/4/2026), memperlihatkan kondisi yang jauh dari harapan. Sejumlah bagian bangunan dilaporkan mengalami kerusakan mencolok. Lantai yang seharusnya kokoh dan rapi justru terlihat kusam dan kerap terendam air setiap kali hujan turun, mengindikasikan masalah serius pada sistem drainase atau konstruksi.
Yang lebih memprihatinkan, bagian plafon bangunan dikabarkan sudah mengalami keruntuhan atau ambruk. Kondisi ini sangat mengejutkan mengingat bangunan tersebut baru beroperasi atau selesai dibangun sekitar satu tahun lebih.
Kondisi ini seketika memunculkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Nilai proyek yang mencapai puluhan miliar rupiah tentu menjanjikan kualitas bangunan yang kuat dan tahan lama. Namun, kerusakan yang terjadi begitu cepat ini memicu kecurigaan adanya kejanggalan.
Publik mulai mempertanyakan, apakah kerusakan ini disebabkan oleh kesalahan dalam perencanaan teknis di awal proyek? Atau justru terjadi penyimpangan dan pengabaian standar kualitas material serta pengerjaan saat pelaksanaan pembangunan? Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara atau pelaksana proyek terkait persoalan ini.
[ANDI MARWAN]

