Kapuas hulu, detiksatu.com || Pembangunan Jembatan Sungai Peniung di Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu, yang dilaksanakan secara bertahap sejak tahun 2024, menjadi sorotan warga setempat.
Kondisi fisik di lapangan dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kualitas konstruksi yang optimal.
Berdasarkan hasil pantauan dan dokumentasi yang beredar, sejumlah bagian pekerjaan terlihat belum maksimal.
Talud atau dinding penahan di sisi jembatan tampak disusun dari material yang belum rapi, bahkan terdapat indikasi rongga pada beberapa titik.
Selain itu, oprit jembatan yang berfungsi sebagai akses penghubung dinilai belum dilakukan penimbunan secara menyeluruh. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran warga terhadap potensi erosi dan penurunan struktur, terutama saat musim hujan.
“Seharusnya oprit dan talud ditimbun dengan baik agar kuat, tapi ini terlihat belum maksimal,” ujar salah satu warga di sekitar lokasi.
Warga juga menyoroti besarnya anggaran proyek yang disebut mencapai sekitar Rp10 miliar.
Dengan nilai tersebut, masyarakat berharap hasil pekerjaan dapat memenuhi standar teknis konstruksi.
“Kita tahu anggarannya besar, tapi hasil di lapangan masih jauh dari kata layak,” tambah warga lainnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PUPR, Venansius Try, menyampaikan bahwa pelaksanaan pekerjaan telah mengacu pada prosedur dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Namun, ia mengakui terdapat keterbatasan anggaran pada beberapa bagian pekerjaan.
“Terkait talud dan oprit, kita masih kekurangan anggaran,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan warga terkait kecukupan perencanaan anggaran sejak awal proyek.
Secara regulasi, pelaksanaan pekerjaan konstruksi mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi yang mewajibkan setiap proyek memenuhi standar mutu, keselamatan, dan ketahanan bangunan sesuai spesifikasi teknis.
Sejumlah pihak menilai, apabila terdapat perbedaan antara kondisi di lapangan dengan standar yang ditetapkan, maka hal tersebut perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut oleh instansi terkait.
Diketahui, pembangunan Jembatan Sungai Peniung dilakukan secara bertahap sejak tahun 2024, dengan total anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp10 miliar.(Adi*ztc)