Kasus Getah Pinus Hilang Informasi, Plt Adm KPH Pekalongan Timur Susah Ditemui.

Redaksi
April 18, 2026 | April 18, 2026 WIB Last Updated 2026-04-18T13:01:46Z
Pekalongan, detiksatu.com ||  Kasus dugaan pencurian getah pinus sejak Maret masih gelap, akses informasi seolah olah “diportal”.

Ali Rosidin aktivis dari LSM SANRA Kabupaten Pekalongan sampaikan sindiran pedas " Jangan cuma target yang meleset, keterbukaan juga ikut lenyap! " 
Hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Bukan hanya getahnya yang diduga “raib”, tapi juga informasi terkait penanganan kasus tersebut yang seolah ikut menghilang tanpa jejak.

Sabtu sore (18/4), tim wartawan kembali mencoba menelusuri perkembangan kasus dengan mendatangi kantor KPH Pekalongan Timur. Namun hasilnya? Lagi-lagi zonk. Upaya konfirmasi terasa seperti mengetuk pintu, tapi yang di dalam pura-pura tidak dengar.

Sejumlah wartawan mengaku sudah beberapa kali datang untuk meminta klarifikasi. Sayangnya, jawaban yang diberikan terkesan normatif, bahkan cenderung “irit kata”. Kondisi ini membuat publik semakin penasaran, ada apa sebenarnya di balik rapatnya pintu informasi tersebut.

“Ini bukan cuma getah yang lengket, tapi informasinya juga nempel rapat, susah dilepas,” ujar salah satu wartawan setengah berseloroh.

Berdasarkan pantauan di lapangan, muncul dugaan bahwa produksi getah pinus selama ini tidak mencapai target yang ditetapkan. Hal ini semakin menambah spekulasi publik, apakah ada kaitan antara dugaan pencurian dengan capaian produksi yang meleset tersebut.

Namun lagi-lagi, karena minimnya keterbukaan informasi, semua masih sebatas dugaan yang belum mendapat penjelasan resmi.

Situasi ini pun memancing reaksi keras dari Aktivis dan Pembina LSM SANRA Kabupaten Pekalongan, Ali Rosidin. Ia melontarkan kritik tajam terhadap sikap tertutup yang dinilai justru memperkeruh keadaan.

“Kalau memang tidak ada masalah, kenapa harus ditutup-tutupi? Jangan sampai yang hilang bukan cuma getah pinus, tapi juga kepercayaan masyarakat,” tegas Ali.

Ia juga menyinggung soal target produksi yang diduga tidak tercapai. Menurutnya, hal itu seharusnya menjadi bahan evaluasi serius, bukan malah ditambah dengan sikap tertutup terhadap publik.

“Kalau target meleset, ya dijelaskan. Ini malah seperti main sulap—getah hilang, informasi juga ikut lenyap. Lama-lama publik bisa mikir macam-macam,” sindirnya.

Ali mendesak agar pihak KPH Pekalongan Timur segera membuka ruang komunikasi yang lebih transparan kepada media dan masyarakat. Ia juga meminta agar aparat terkait turun tangan jika ditemukan indikasi pelanggaran.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak KPH Pekalongan Timur belum memberikan keterangan detail mengenai perkembangan kasus dugaan pencurian getah pinus tersebut maupun terkait capaian produksi.

Kasus ini pun kini jadi bahan perbincangan hangat warga. Ibarat sinetron, episodenya panjang, konfliknya ada, tapi ending-nya belum kelihatan. Bedanya, kalau sinetron bisa ditebak, yang ini justru makin bikin publik geleng-geleng kepala sambil bertanya: sebenarnya yang hilang itu cuma getah… atau ada yang lain?(Red)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kasus Getah Pinus Hilang Informasi, Plt Adm KPH Pekalongan Timur Susah Ditemui.

Trending Now