Dari informasi yang dihimpun, aktivitas di tempat massage tersebut terlihat berjalan seperti biasa, terutama pada malam hari.
Hal ini memicu keresahan di kalangan masyarakat sekitar
Tidak hanya itu, sejumlah sumber juga menyebutkan bahwa Shadow Massage diduga tidak sekadar menyediakan layanan pijat biasa.
Di balik operasionalnya, terdapat dugaan praktik prostitusi terselubung yang ditawarkan kepada pelanggan tertentu setelah melakukan pemesanan layanan massage.
Praktik semacam ini dinilai mencoreng norma sosial serta berpotensi melanggar hukum apabila benar adanya. Warga pun mempertanyakan pengawasan dari aparat terkait, mengingat lokasi usaha tersebut berada di kawasan yang cukup ramai dan dekat dengan permukiman.
“Kalau benar ada praktik seperti itu, apalagi masih nekat buka, tentu sangat meresahkan. Aparat harus turun tangan untuk mengecek langsung,” ujar “A salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Diduga pengurusnya Massagge Shadow berinisial "N",di buka kembali hanya saja berganti Managemen meskipun, berganti ganti namanya namun saat ini Massagge shadow di bekingin oleh seseorang yang berinisial "M".
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk segera melakukan penelusuran dan penindakan apabila ditemukan pelanggaran, baik dari sisi perizinan usaha maupun dugaan praktik prostitusi yang berkedok panti pijat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Shadow Massage maupun dari aparat setempat terkait dugaan aktivitas tersebut.
Namun warga berharap adanya langkah tegas agar lingkungan tetap kondusif.
Reporter: Novia

