Bangka Belitung,detiksatu.com || Pendapatan Daerah Kabupaten Bangka pada triwulan 1 tahun 2026 sudah terealisasi Rp243 miliar lebih, dari target Rp1,001 triliun.
Dijelaskan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bangka, Hariyadi, pendapatan daerah yang diterima tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, serta lain-lain pendapatan yang sah.
"Yang terbesar itu dari Pendapatan Transfer yakni sebesar Rp179,728 miliar, lalu Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp63,666 miliar,"kata Hariyadi, di ruang kerjanya, Selasa, 14 April 2026.
Pendapatan Transfer terdiri dari Dana Perimbangan yakni dana bagi hasil, dana alokasi umum, dana alokasi khusus fisik dan non fisik.
"Selain itu ada penerimaan dari Transfer Pemerintah Pusat Lainnya berupa dana desa serta Transfer Pemerintah Daerah berupa dana bagi hasil," jelasnya.
Lanjutnya, untuk Pendapatan Asli Daerah yang telah berhasil dihimpun hingga penghujung Maret adalah sebesar Rp63,666 miliar lebih.
"Pendapatan Retribusi daerah sebesar Rp29,929 miliar lebih, lalu Pendapatan Pajak Daerah Rp24,814 miliar lebih,
kemudian hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisakan sebesar Rp.7,472 Milyar,serta lain lain PAD yang sah sebesar
Rp.1,450 milyar lebih"ujarnya.
Ditempat terpisah salah seorang wajib pajak Tamiri ketika ditemui saat hendak membayar pajak Restoran mengatakan dia optimistis pemkab bangka dapat meraih target pendapatan Daerah pada tahun ini karna potensi PAD kabupaten Bangka sangatlah besar.
Saya kira banyak sekali sumber sumber pendapatan Asli Daerah (PAD) dikabupaten Bangka ini kalau bisa dimaksimalkan tentu akan berkontribusi besar bagi pendapatan Daerah kita,lihat itu potensi pariwisata masih banyak yang belum tergarap,sarang burung walet dan banyak lagi yang lainnya dan itu bisa kita maksimalkan ucap Tamiri. (Ry)