Lombok Barat, detiksatu.com II Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), berangsur normal setelah berakhirnya arus mudik dan balik Lebaran 2026. Tidak terlihat antrean kendaraan maupun penumpang seperti saat puncak angkutan hari raya.
General Manager ASDP Pelabuhan Lembar, Handoyo Priyanto, memastikan operasional lintas Lembar–Padangbai berjalan lancar dengan dukungan armada dan layanan yang memadai.
“Untuk kondisi di Pelabuhan Lembar maupun Pelabuhan Padangbai sudah kembali normal. Aktivitas penyeberangan berjalan seperti biasa,” kata Handoyo saat dikonfirmasi, Rabu (08/04/2026) siang.
Ia menjelaskan, sebanyak 21 kapal beroperasi melayani lintasan tersebut dengan frekuensi 13 hingga 14 perjalanan per hari. Waktu tempuh penyeberangan berkisar antara satu hingga satu setengah jam.
“Dengan jumlah kapal dan kondisi pelabuhan, layanan sudah mampu mengakomodasi kebutuhan pengguna jasa. Tidak ada antrean atau kemacetan pasca angkutan Lebaran,” jelasnya.
Meski demikian, volume penumpang dan kendaraan pada Lebaran tahun ini tercatat mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sekitar 10 hingga 15 persen.
“Yang paling dominan adalah kendaraan roda dua, baik saat arus mudik maupun arus balik,” terangnya.
Menurut dia, lonjakan sempat terjadi menjelang penutupan operasional penyeberangan saat Hari Raya Nyepi, namun dapat diantisipasi dengan baik.
“Kepadatan memang sempat terjadi sebelum penutupan Nyepi, tetapi bisa terurai dan tidak sampai menimbulkan antrean panjang,” ujarnya.
Sementara itu, puncak arus balik tercatat terjadi pada hari-hari terakhir masa angkutan Lebaran, khususnya pada H+7 dan H+8.
Handoyo menambahkan, pihaknya menerapkan sejumlah strategi untuk menjaga kelancaran layanan selama periode padat, di antaranya memperkuat koordinasi lintas instansi melalui posko terpadu.
“Kami berkoordinasi dengan KSOP, kepolisian, TNI, dan instansi terkait. Selain itu, dilakukan penambahan trip dari 14 menjadi 15 hingga 16 perjalanan per hari, serta percepatan waktu bongkar muat,” ungkapnya.
Dari sisi layanan digital, sistem tiket online melalui aplikasi Ferizy dinilai berjalan efektif dan minim kendala.
“Kami sarankan pengguna jasa membeli tiket secara mandiri minimal satu hingga dua hari sebelum menyeberang,” tuturnya.
Ia juga menyinggung adanya keluhan terkait tiket yang tidak dapat digunakan, meskipun kasusnya jarang terjadi.
“Jika terjadi kendala, kami siapkan opsi refund atau pencatatan manual agar penumpang tetap bisa berangkat,” tambahnya.
Terkait isu percaloan tiket di sejumlah pelabuhan lain, Handoyo menegaskan pentingnya pembelian tiket melalui kanal resmi.
“Kami imbau masyarakat membeli tiket secara resmi dan mandiri agar tidak terjadi selisih harga,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memastikan sistem operasional ASDP telah dipersiapkan tidak hanya saat momentum Lebaran, tetapi juga untuk pelayanan reguler sepanjang tahun.
“Secara sistem, semuanya sudah dipersiapkan dengan baik,” tandasnya.
Sebagai penutup, ASDP mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan agar tidak menumpuk pada sore hingga malam hari.
“Kalau memungkinkan, menyeberanglah pada pagi hingga siang hari karena relatif lebih lengang,” pungkasnya.
Terkait tarif, ia memastikan harga tiket penyeberangan telah kembali normal setelah sebelumnya mendapat diskon selama periode Lebaran berdasarkan kebijakan pemerintah. (bgs)