Kabupaten Nduga - Tim Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV yang membawahi enam provinsi di Tanah Papua turun langsung ke Kabupaten Nduga, tepatnya di Kuna Melati, untuk memberikan pelatihan kepada dosen dan operator administrasi Universitas Lambu (UL).
Pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari dengan fokus pada penguatan tata kelola perguruan tinggi, pengelolaan data akademik, serta peningkatan mutu pendidikan tinggi di wilayah pegunungan Papua.
Ketua Tim Kerja Pengelolaan Penjaminan Mutu, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat LLDIKTI Wilayah XIV, Yames Degei, S.E., menyampaikan apresiasi kepada pendiri Yayasan Rigak Nduga Harua Marengge Universitas Lambu, Wentius Nemiangge, atas komitmennya dalam membangun pendidikan tinggi di Kabupaten Nduga.
Menurut Degei, LLDIKTI Wilayah XIV akan terus memberikan dukungan penuh terhadap proses belajar mengajar di Universitas Lambu. Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Kabupaten Nduga dapat mendorong perkembangan pendidikan tinggi di daerah tersebut.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat melakukan tindak lanjut untuk mendorong pendidikan tinggi di wilayah pegunungan, khususnya Universitas Lambu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu syarat utama mahasiswa memperoleh beasiswa adalah akreditasi program studi dan perguruan tinggi yang berada pada kategori baik.
Lebih lanjut, Degei menegaskan bahwa program beasiswa tersebut berasal dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui LLDIKTI, bukan dari pemerintah daerah.
“Kami akan terus memfasilitasi dan memberikan rekomendasi kepada perguruan tinggi, baik dari sisi mahasiswa maupun dosen. Bahkan dosen juga berpeluang mendapatkan gaji sesuai ketentuan apabila syarat-syarat terpenuhi,” jelasnya.
Sementara itu, Pranata Komputer Ahli Muda sekaligus Ketua Tim Kerja Sistem Informasi, Soni Amunauw, S.Si., menjelaskan bahwa tim memberikan pelatihan pembuatan akun PDDIKTI, sistem akreditasi, serta penginputan data mahasiswa dan dosen.
“Kami memastikan pada hari kedua pelatihan, data mahasiswa Universitas Lambu sudah dapat diinput ke sistem,” katanya.
Hal senada disampaikan Akhmad Amirudin Natsir, Pranata Komputer Ahli Muda, yang menyebut kunjungan tersebut merupakan bagian dari pembinaan dan pengendalian perguruan tinggi swasta sesuai surat tugas Kepala LLDIKTI Wilayah XIV.
Menurutnya, Universitas Lambu masih membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai, seperti gedung perkuliahan, kantor kampus, komputer, serta jaringan internet.
“Kami mendorong pihak yayasan untuk membuat proposal kepada pemerintah provinsi dan kabupaten agar pembangunan sarana pendidikan dapat segera direalisasikan,” ujarnya.
Selain itu, Yanes Ributm Faisal menambahkan bahwa LLDIKTI Wilayah XIV akan terus mendorong peningkatan kualitas dosen dan operator Universitas Lambu.
“Kami memastikan kualitas dosen Universitas Lambu tidak diragukan karena kementerian memberikan pembinaan dan pelatihan secara langsung,” katanya.
Ketua Yayasan Rigak Nduga Harua Marengge, Wentius Nemiangge, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Universitas Lambu merupakan hasil perjuangan panjang masyarakat Nduga dalam menghadirkan pendidikan tinggi di daerah yang selama ini dikenal sebagai wilayah konflik.
“Kami mengajak Pemerintah Kabupaten Nduga dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk mendukung dan memberikan perhatian terhadap pengembangan Universitas Lambu,” tuturnya.
Rektor Universitas Lambu, Yosia Gwijangge, juga menyampaikan terima kasih atas pelatihan yang diberikan.
“Kehadiran tim LLDIKTI menjadi dorongan besar dalam memajukan SDM Kabupaten Nduga melalui Universitas Lambu,” tutupnya.(*)
Sumber : Suaralapago.News
Penulis : Dani Helucha