detiksatu.com

Iklan

Iklan

Jokowi Keliling Indonesia Demi PSI, Wakil Ketua Dewan syuro Partai Ummat Mskaban,Ini Bisa Jadi Bumerang Fatal

Redaksi
Jumat, 22 Mei 2026 | Jumat, Mei 22, 2026 WIB Last Updated 2026-05-22T09:39:26Z
Bogor,detiksatu.com || Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tampaknya sedang menyiapkan amunisi terbesar sekaligus paling spekulatif menjelang Pemilu 2029.

Partai yang identik dengan generasi muda ini secara resmi menempatkan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai patron politik utama di lini terdepan.

Rencana besar pun telah digulirkan: 

Jokowi dijadwalkan bakal "turun gunung" untuk berkeliling Indonesia, masuk ke kota-kota hingga tingkat kecamatan demi memenangkan PSI.

Namun, di tengah euforia kader PSI, sebuah peringatan keras datang dari wakil ketua dewan syuro Partai Ummat, Mskaban, Langkah megah ini dinilai sebagai perjudian tingkat tinggi, bahkan berisiko menjadi bumerang fatal yang bisa mematikan langkah PSI menuju Senayan.

Mengapa pesona sang mantan presiden dinilai tak lagi sama, dan apa risiko terbesar yang sedang dipertaruhkan?

Amunisi 2029:
 Jokowi Siap Masuk KecamatanRencana safari politik ini bukanlah sekadar isu. 


Peringatan wakil ketua dewan syuro partai Ummat Mskaban: Pesona Politik yang Telah Berubah

Meskipun strategi ini terlihat menjanjikan di atas kertas, wakil ketua dewan syuro partai ummat,Mskaban memberikan analisis yang jauh lebih skeptis dan menohok.

Menurutnya, mengandalkan figur Jokowi hari ini untuk mendongkrak elektabilitas adalah kalkulasi yang keliru.

Mskaban menilai realitas politik hari ini telah bergeser pasca-Jokowi tidak lagi menjabat sebagai presiden aktif.

Masyarakat kini melihat figur Jokowi dengan kacamata yang jauh lebih kritis, 

Dua Alasan Mengapa Strategi Ini Bisa Menjadi Bumerang Fatal?

Analisis tajam mskaban menyoroti dampak psikologis pemilih di akar rumput.

Kehadiran Jokowi keliling daerah membawa bendera PSI tidak secara otomatis diterjemahkan sebagai tambahan suara.

Justru, ada dua risiko fatal yang membayangi:

1. Memicu Sentimen Antipati dan Perlawanan Politik

Bagi kelompok masyarakat yang kritis atau merasa kecewa dengan dinamika politik di akhir masa jabatan Jokowi, kedatangan sang mantan presiden justru bisa memicu resistensi.ujarnya

Bukannya merangkul pemilih baru, safari politik ini ditakutkan malah memicu gerakan antipati yang merugikan PSI.

2. Mematikan Identitas Asli PSI sebagai Partai Anak Muda

Dengan terus-menerus berlindung di bawah bayang-bayang kebesaran satu orang tokoh masa lalu, PSI justru berisiko kehilangan jati dirinya.

Partai ini terancam dinilai tidak mandiri dan gagal melahirkan kader muda yang memiliki daya tarik elektoral organik.

Maka Jokowi dan penguasa jangan ikut campur urusan partai lain,

Rebutan Pengaruh di Lingkaran Dekat
Di sisi lain, langkah PSI memajang Jokowi di baris depan juga memicu riak di lingkaran pendukungnya sendiri.

Kelompok relawan seperti Projo (Pro Jokowi) juga kerap mengklaim arah politik sang mantan presiden.

Walau sempat dibantah adanya istilah "perebutan" pengaruh, publik membaca adanya ego sektoral yang kental di tingkat akar rumput.

Ketidakpastian ini membuat publik sangsi: sejauh mana sebenarnya Jokowi Effect masih akan sakti pada tahun 2029 nanti?

Namun, jika kalkulasi di lapangan keliru, strategi ini bisa berbalik menjadi bumerang fatal yang justru menjauhkan swing voters dan pemilih rasional.

PSI harus membuktikan bahwa mereka layak dipilih karena gagasan dan kapasitas orisinal partainya, bukan sekadar karena faktor kedekatan dengan sang patron politik.(**)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jokowi Keliling Indonesia Demi PSI, Wakil Ketua Dewan syuro Partai Ummat Mskaban,Ini Bisa Jadi Bumerang Fatal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trending Now