ORGANISASI CAKRA SATYA 08Dukung sikap Dasco menunda Import Mobil Pickup

Redaksi
Februari 25, 2026 | Februari 25, 2026 WIB Last Updated 2026-02-25T09:21:07Z
Jakarta, 23 Februari 2026.
Menyikapi Rencana Impor Mobil Pickup dari IndiaCakra Satya 08 Dukung Sikap Sufmi Dasco Ahmad Minta Penundaan Impor Mobil dari India

Organisasi Cakra Satya 08 mencermati rencana PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mengimpor sekitar 105.000 unit mobil pickup dari India dalam rangka mendukung program Koperasi Desa Merah Putih.

Menyikapi hal tersebut, kami menyambut baik sikap Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang meminta agar rencana impor tersebut ditunda sementara waktu untuk dilakukan pembahasan secara matang bersama Presiden dan kementerian terkait, mengingat besarnya skala kebijakan dan dampaknya terhadap industri otomotif nasional.


Ketua Umum Cakra Satya 08, Jhohannes Marbun (Joe Marbun), menyampaikan bahwa sikap kehati-hatian merupakan bagian dari tata kelola kebijakan publik yang baik dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Joe Marbun menjelaskan beberapa pertimbangan sebagai berikut :

1. Prioritas pada Industri Otomotif Dalam Negeri.

Cakra Satya 08 menekankan pentingnya memberikan ruang dan kesempatan yang optimal bagi produsen dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan kendaraan operasional, termasuk untuk program Koperasi Desa Merah Putih.
Pengadaan dalam jumlah besar idealnya mempertimbangkan kapasitas dan kesiapan industri nasional, sehingga dapat mendorong peningkatan produksi, investasi, dan penguatan struktur manufaktur dalam negeri.

2. Perlindungan Tenaga Kerja dan UMKM.

Industri otomotif nasional memiliki keterkaitan luas dengan tenaga kerja dan UMKM pemasok komponen.
Karena itu, setiap kebijaka pengadaan kendaraan dalam skala besar perlu memperhatikan keberlanjutan ekosistem industri nasional, termasuk stabilitas tenaga kerja dan daya tahan UMKM yang menjadi bagian dari rantai pasok industri otomotif.
Cakra Satya 08 menilai bahwa pendekatan yang hati-hati dan berbasis kajian menyeluruh sejalan dengan upaya melindungi kepentingan ekonomi nasional secara berimbang.

3. Konsistensi dengan Arah Kebijakan Presiden.

Pemerintah tengah mendorong agenda hilirisasi dan industrialisasi sebagai bagian dari visi menuju Indonesia Emas. Semangat tersebut menitikberatkan pada penguatan kapasitas produksi nasional dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri.
Oleh sebab itu, kebijakan pengadaan kendaraan perlu dipastikan selaras dengan arah pembangunan nasional serta prinsip penguatan industri domestik.

4. Keputusan Strategis Perlu Koordinasi Lintas Sektor.

Kebijakan impor kendaraan dalam jumlah besar menyangkut berbagai aspek, mulai dari industri, perdagangan, hingga ketenagakerjaan.
Karena itu, langkah untuk melakukan pembahasan bersama Presiden dan kementerian terkait merupakan bentuk kehati-hatian yang patut diapresiasi guna memastikan kebijakan yang diambil benar-benar komprehensif dan berpihak pada kepentingan bangsa.

Dengan demikian, Cakra Satya 08 menyatakan dukungan terhadap sikap Wakil Ketua DPR RI dalam mendorong kajian menyeluruh sebelum keputusan diambil.
Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengedepankan dialog konstruktif, menjaga etika kebijakan publik, serta menempatkan kepentingan industri dalam negeri, tenaga kerja, dan UMKM komponen sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan strategis.
Penulis: Litbang Cakra Satya 08
**(END
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • ORGANISASI CAKRA SATYA 08Dukung sikap Dasco menunda Import Mobil Pickup

Trending Now