Islam Itu Kaffah: Ibadah Dan Akhlak Tak Bermakna Tanpa Keadilan Dan Kenegaraan

Redaksi
April 20, 2026 | April 20, 2026 WIB Last Updated 2026-04-19T18:22:50Z
Islam Itu Kaffah: Ibadah Dan Akhlak Tak Bermakna Tanpa Keadilan Dan Kenegaraan 
 
Oleh: Ustadz Marwan
 
"Hadirin sekalian, ketahuilah bahwa Islam bukan sekadar ritual ibadah yang berhenti di gerbang masjid. Islam adalah sistem kehidupan yang lengkap dan menyeluruh (kaffah). Ibadah dan akhlak tidak akan memiliki makna yang sempurna jika tidak diiringi dengan penerapan syariat dalam kehidupan sosial, politik, dan kenegaraan. Jika hanya menjadi formalitas tanpa menyentuh hakikat keadilan serta kesejahteraan umat, maka sesungguhnya ibadah itu menjadi sia-sia."
 
Lebih jelasnya, ibadah dan akhlak kehilangan esensinya jika:
 
1. Tidak Berjalan Seiring Keadilan dan Hukum yang Benar
 
Islam hadir untuk menegakkan keadilan (qisth). Bagaimana mungkin shalat dan puasa kita diterima di sisi Allah, sementara di sisi lain kita membiarkan atau bahkan mendukung sistem yang zalim, yang merampas hak orang lain, dan tidak menegakkan hukum yang adil?
 
Allah SWT berfirman:
 
"Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah..." (QS. An-Nisa: 135)
 
2. Tidak Menghasilkan Perubahan Nyata Bagi Masyarakat
 
Ibadah yang hakiki seharusnya melahirkan kepedulian yang tinggi. Tidak mungkin seseorang dikatakan bertakwa sejati, tapi hatinya beku melihat penderitaan rakyat, kemiskinan, dan ketidakadilan di sekelilingnya. Ibadah yang hanya berhenti di dalam masjid dan lupa pada urusan umat hanyalah gerakan tanpa jiwa.
 
Rasulullah SAW bersabda:
 
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain." (HR. Thabrani)
 
3. Hanya Menjadi Formalitas Kosong
 
Jika shalat, puasa, dan zikir kita tidak mampu mengubah perilaku kita dalam berpolitik, berbisnis, dan memimpin—misalnya masih suka korupsi, curang, dan berlaku sewenang-wenang—maka itu semua hanyalah jasad tanpa ruh.
 
Sebagaimana ungkapan ulama yang sangat menyentuh:
 
"Ibadah adalah pohonnya, akhlak dan keadilan adalah buahnya. Siapa yang menanam pohon tapi tidak berbuah, maka sia-sialah usahanya."
 
 
 
KESIMPULAN
 
"Maka ingatlah saudaraku, Islam itu kaffah atau menyeluruh. Ibadah dan akhlak tidak akan sempurna maknanya jika tidak terwujud dalam bentuk kepedulian terhadap urusan dunia, politik, hukum, dan kenegaraan. Semuanya harus berjalan beriringan demi mewujudkan kehidupan yang adil, aman, dan mulia bagi seluruh umat."
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Islam Itu Kaffah: Ibadah Dan Akhlak Tak Bermakna Tanpa Keadilan Dan Kenegaraan

Trending Now