Lebak,detiksatu.com ||Pernyataan Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, yang mengaku merasa “di-prank” atas kedatangan rombongan Bupati ke rumah pribadinya menuai kritik tajam dari Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, King Naga. Sabtu,(4/4//2026).
King Naga menilai penggunaan istilah “prank” oleh seorang pejabat publik tidak tepat dan justru mencerminkan lemahnya komunikasi di internal pemerintahan daerah.
“Jika benar seorang Wakil Bupati bisa merasa ‘diprank’, ini bukan hal yang lucu, melainkan memalukan. Pemerintahan bukan panggung hiburan. Pernyataan seperti itu justru menimbulkan persepsi adanya kekacauan koordinasi,” ujarnya, Sabtu (04/04/2026).
Ia juga menyoroti tata krama dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, kedatangan rombongan pejabat tanpa pemberitahuan yang jelas berpotensi menimbulkan kesan tidak profesional.
“Seharusnya ada komunikasi yang baik dan terstruktur. Kehadiran pejabat negara bukan hal sepele yang bisa dilakukan tanpa koordinasi. Jika ini benar terjadi, tentu mencederai etika birokrasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, King Naga menduga peristiwa tersebut bisa menjadi indikasi adanya persoalan komunikasi internal yang lebih luas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak.
“Publik berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Jangan sampai kejadian seperti ini menimbulkan spekulasi negatif terhadap kinerja pemerintahan,” katanya.
Ia pun mendesak seluruh pihak terkait untuk memberikan klarifikasi secara terbuka dan tidak saling melempar tanggung jawab.
“Klarifikasi yang jelas dan transparan sangat diperlukan agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Jangan sampai kepercayaan publik justru menurun akibat persoalan seperti ini,” pungkasnya.
(RED)