Lebak,detiksatu.com || Seorang warga di wilayah Kebon Kelapa mengeluhkan dugaan ketidakprofesionalan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lebak, khususnya terkait kualitas air dan ketidaksesuaian pencatatan meteran yang berdampak pada tagihan. Rabu,(15/4/2026).
Warga tersebut menyampaikan kekecewaannya setelah mendapati adanya perbedaan antara angka yang tercatat pada meteran air dengan jumlah yang ditagihkan. Berdasarkan bukti foto yang dimilikinya, angka meteran menunjukkan 2665,87. Namun dalam tagihan pembayaran, angka yang tercantum justru lebih tinggi, yakni 2674.
“Di sini jelas terlihat di foto meteran tercatat 2665,87, tapi dalam pembayaran saya harus bayar dengan angka 2674. Ini sangat merugikan,” ujarnya.
Selain persoalan pencatatan, warga juga menyoroti kualitas air yang dinilai kurang baik meski biaya yang dibayarkan tergolong tinggi. Ia mengaku selama ini selalu taat dalam melakukan pembayaran, namun merasa dirugikan akibat dugaan kelalaian administrasi.
“Kami selalu taat bayar, tapi kalau seperti ini saya tidak bisa terima. Ini jelas merugikan saya karena admin PDAM bekerja asal-asalan,” tambahnya.
Keluhan ini memunculkan pertanyaan mengenai sistem manajemen dan pengawasan internal di tubuh PDAM Lebak. Warga berharap pihak terkait dapat segera melakukan evaluasi serta memberikan penjelasan dan solusi atas permasalahan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PDAM Lebak terkait keluhan warga tersebut.
(Jul)