Kegiatan tersebut diikuti oleh kedua calon mempelai yang akan melangsungkan pernikahan. Pembinaan berlangsung dalam suasana hangat, komunikatif, dan penuh kekeluargaan sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman dasar mengenai makna dan tujuan pernikahan dalam Islam.
Dalam penyampaiannya, Tatang ZM menjelaskan bahwa pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan juga ibadah dan amanah besar yang harus dijalani dengan kesiapan mental, spiritual, serta tanggung jawab bersama.
Ia menekankan pentingnya membangun rumah tangga yang dilandasi keimanan, saling menghormati, saling memahami, serta menjaga komunikasi yang baik dalam kehidupan berumah tangga.
“Pernikahan bukan hanya tentang hari bahagia saat akad berlangsung, tetapi bagaimana pasangan mampu menjaga komitmen, kebersamaan, dan tanggung jawab dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah,” ujar Tatang ZM.
Selain memberikan pemahaman tentang tujuan pernikahan, kegiatan bimbingan tersebut juga membahas hak dan kewajiban suami istri, pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga, serta cara menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan keluarga.
Menurut Tatang ZM, pembinaan calon pengantin sangat penting dilakukan agar pasangan memiliki bekal ilmu dan kesiapan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
“Melalui bimbingan ini, kami berharap calon pengantin memiliki pemahaman yang baik tentang arti pernikahan, sehingga nantinya dapat membangun keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan tersebut merupakan program rutin yang diselenggarakan oleh pihak penghulu dan penyuluh agama KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Utara kepada seluruh calon pengantin yang akan menikah. Program ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memberikan edukasi dan pembinaan keluarga sakinah kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Tatang ZM juga mengingatkan pentingnya menjadikan agama sebagai pondasi utama dalam kehidupan rumah tangga agar pasangan mampu menghadapi berbagai persoalan dengan bijak dan penuh kesabaran.
“Rumah tangga yang kuat dibangun dari niat yang baik, ilmu yang cukup, dan komunikasi yang sehat. Jika suami dan istri saling menguatkan dalam kebaikan, insyaAllah keluarga akan menjadi tempat yang penuh ketenangan dan keberkahan,” tuturnya.
Para calon pengantin yang mengikuti kegiatan tersebut tampak antusias dan menyambut baik pembinaan yang diberikan. Mereka merasa mendapatkan tambahan wawasan dan motivasi sebagai bekal dalam mempersiapkan kehidupan rumah tangga yang harmonis dan penuh keberkahan.
Mengakhiri kegiatan bimbingan, acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Muhammad Faiz Rizki selaku petugas penghulu KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.
Melalui kegiatan pembinaan rutin ini, KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Utara terus berkomitmen menghadirkan pelayanan keagamaan yang tidak hanya berfokus pada administrasi pernikahan, tetapi juga pada penguatan kualitas dan ketahanan keluarga di tengah masyarakat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar