Iklan

FIMWP: Mengajak Mahasiswa Papua Bukan Sekadar mahasiswa, Tetapi Menjadi Luar Biasa

Redaksi
Senin, 11 Mei 2026 | Senin, Mei 11, 2026 WIB Last Updated 2026-05-11T14:34:21Z
Intan Jaya, Detiksatu.com || Aktivis Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIM-WP) Pusat, Marten Hagisimijau, mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dalam organisasi intra maupun ekstra kampus.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya berfokus mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga harus aktif dalam organisasi sebagai wadah pembelajaran praktis yang mampu membentuk pola pikir lebih kritis dan kreatif.

“Mahasiswa tidak sekadar mencari IPK di kampus, tetapi harus lebih proaktif di dunia organisasi sebagai gudang ilmu pengetahuan praktis untuk mengubah pola pikir menjadi lebih kritis dan kreatif dalam mengelola potensi diri,” ujarnya.

Marten menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agent of change atau agen perubahan sekaligus kekuatan moral di tengah masyarakat.

“Mahasiswa bukan sekadar biasa karena memiliki peran sebagai agen perubahan dan kekuatan moral di masyarakat,” kata Marten.

Ia menjelaskan bahwa aktivitas mahasiswa di perguruan tinggi seharusnya tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga pada pengembangan potensi diri melalui berbagai organisasi kampus maupun di luar kampus.

“Kuliah bukan hanya soal IPK, tetapi momentum untuk memaksimalkan potensi diri melalui organisasi seperti BEM, UKM, Cipayung, komunitas, ikatan, dan organisasi lainnya,” tegasnya.

Selain itu, keterlibatan dalam organisasi dinilai mampu membangun jejaring, melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia nyata.

Marten menyebutkan beberapa alasan mengapa mahasiswa harus menjadi pribadi yang luar biasa, di antaranya:

Mahasiswa memiliki tanggung jawab besar Mahasiswa memiliki kebebasan berpikir dan tanggung jawab lebih besar untuk membawa perubahan dibandingkan saat masih berada di bangku sekolah.

Aktif dalam akademik dan organisasi Keterlibatan aktif dalam kegiatan akademik maupun organisasi dapat membantu membentuk karakter serta mempersiapkan karier yang lebih baik.

Pengembangan keterampilan Mahasiswa luar biasa mampu mengasah kemampuan komunikasi, manajemen waktu, kerja sama tim, dan kemampuan beradaptasi, bukan hanya mengejar nilai akademik.

Pentingnya pengalaman praktis Pengalaman organisasi di dalam maupun di luar kampus menjadi bekal ilmu praktis yang penting bagi mahasiswa.

Berpikir kritis dan mandiri Mahasiswa dituntut untuk mampu berpikir kritis, belajar mandiri, serta mengembangkan kemampuan analisis diri.

Menjadi mahasiswa yang berdampak Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi “kupu-kupu” (kuliah pulang-kuliah pulang), tetapi harus berani mencoba hal baru, mengambil risiko, dan memberikan dampak positif bagi diri sendiri maupun orang lain.

Marten juga menyinggung sejarah gerakan mahasiswa Indonesia pada tahun 1998 yang menjadi pelopor lahirnya reformasi dan runtuhnya rezim Orde Baru.

Menurutnya, sejak dahulu mahasiswa dikenal sebagai kaum intelektual yang menjunjung tinggi nilai pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, baik dalam bidang sosial, ekonomi, maupun politik.

Ia menambahkan bahwa aktivitas mahasiswa semestinya memiliki keterkaitan erat dengan rakyat, khususnya masyarakat kecil yang mengalami ketidakadilan.

Di akhir tulisannya, Marten menegaskan bahwa ajakannya bukan untuk menciptakan kekacauan melalui aksi demonstrasi semata, melainkan untuk membangkitkan kembali semangat gerakan mahasiswa Papua agar lebih peduli terhadap persoalan masyarakat.

“Tujuan tulisan ini bukan mengajak mahasiswa membuat kekacauan di depan kampus maupun di jalanan, melainkan membangkitkan kembali gerakan mahasiswa Papua untuk memperjuangkan keadilan bagi rakyat kecil,” ungkapnya.

Ia meyakini bahwa kekuatan kaum tertindas terletak pada generasi muda, khususnya mahasiswa yang memiliki jiwa kritis, keberanian, dan semangat membela kebenaran terhadap berbagai bentuk ketidakadilan.

Reporter: Inggi Kogoya
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • FIMWP: Mengajak Mahasiswa Papua Bukan Sekadar mahasiswa, Tetapi Menjadi Luar Biasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trending Now