Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Adiwiyata MAN 6 Jakarta Timur, Ardiansyah. Edukasi dilaksanakan untuk menanamkan kepedulian peserta didik terhadap pengelolaan sampah dan penerapan budaya hemat energi dalam kehidupan sehari-hari.
Sosialisasi pemilahan sampah disampaikan oleh Bendahara Komite MAN 6 Jakarta Timur, Tarti Wahyuni. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya, baik di lingkungan rumah tangga maupun sekolah.
“Pemilahan sampah bertujuan agar masyarakat, khususnya siswa, mampu memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya. Manfaatnya sangat besar, mulai dari mencegah penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), memudahkan proses daur ulang, hingga menjadikan limbah memiliki nilai ekonomis,” ujar Tarti Wahyuni.
Ia menambahkan, kebiasaan memilah sampah perlu menjadi budaya bersama di lingkungan madrasah guna membentuk karakter peduli lingkungan pada peserta didik. Keterlibatan komite madrasah dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara madrasah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.
Kegiatan edukasi ini sejalan dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang kewajiban pemilahan sampah dari rumah. Melalui kegiatan tersebut, MAN 6 Jakarta Timur turut mendukung kebijakan pemerintah dalam membangun kesadaran kolektif warga sekolah terhadap pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Selain edukasi pemilahan sampah, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi hemat energi yang disampaikan oleh Pokja Konservasi Energi, Taufiq Siahaan. Sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut hasil webinar bersama Kementerian Lingkungan Hidup mengenai penguatan budaya hemat energi bagi sekolah Adiwiyata.
Taufiq Siahaan menjelaskan bahwa lingkungan pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan hemat energi sejak dini kepada peserta didik.
“Budaya hemat energi harus dimulai dari lingkungan sekolah. Hal sederhana seperti mematikan lampu dan perangkat elektronik saat tidak digunakan merupakan langkah nyata menjaga lingkungan dan mengurangi pemborosan energi,” ungkap Taufiq Siahaan.
Sementara itu, kader Pokja Konservasi Energi, Azhar, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi lingkungan memberikan wawasan baru bagi siswa untuk lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.
Kegiatan tersebut juga memperkuat implementasi tagline Kementerian Agama, “Ibadah jalan, bumi pun aman. Yuk, rawat iman, jaga alam, demi masa depan yang lebih damai dan maju,” melalui pembiasaan perilaku ramah lingkungan sebagai bagian dari nilai keagamaan dan tanggung jawab sosial warga madrasah.
Melalui kegiatan ini, MAN 6 Jakarta Timur terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak bagi peserta didik, masyarakat, dan lingkungan melalui penguatan karakter peduli lingkungan dan budaya hidup berkelanjutan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar